Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dengan terjadi sebanyak 11 kali erupsi pada Senin (4/5/2026).
Letusan pertama tercatat pada pagi hari sekitar pukul 05.38 WIB, kemudian berlanjut pada pukul 06.31 WIB, 06.50 WIB, 07.44 WIB, 08.44 WIB, 08.53 WIB, dan 09.29 WIB. Aktivitas erupsi kembali terjadi pada sore hingga malam hari, yakni pukul 18.39 WIB, 18.49 WIB, 19.29 WIB, serta 20.20 WIB.
Dari rangkaian kejadian tersebut, erupsi paling signifikan terjadi pada pukul 07.44 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.200 meter di atas puncak atau sekitar 4.876 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan terbawa angin ke arah barat daya.
Berdasarkan catatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 12 mm dan durasi letusan sekitar 190 detik.
Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak kawah.
Selain itu, warga juga diminta menghindari area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga jarak sekitar 17 kilometer dari puncak. Aktivitas di radius 5 kilometer dari kawah juga dilarang karena risiko lontaran material pijar masih tinggi.
Masyarakat di sekitar kawasan lereng Semeru turut diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat mengikuti alur sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungainya.(da*)


