Notification

×

Iklan

BNPB Gunakan Sepablock untuk Huntap di Padang Panjang

Selasa, 05 Mei 2026 | 03:17 WIB Last Updated 2026-05-04T22:59:22Z

BNPB Gunakan Sepablock untuk Bangun Huntap Mandiri di Padang Panjang

Padang Panjang, Rakyatterkini.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menerapkan teknologi konstruksi Semen Padang Bata Interlock atau Sepablock dalam pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Pembangunan rumah tersebut berlokasi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, dan mulai dikerjakan sejak 30 April 2026. Program ini menjadi bagian dari percepatan proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor industri.

Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menyampaikan bahwa penggunaan Sepablock dianggap mampu memenuhi kebutuhan pembangunan rumah yang cepat namun tetap berkualitas.

“Rumah yang dibangun memiliki tipe 36 dengan perkiraan biaya sekitar Rp60 juta per unit. Yang paling penting adalah rumah tersebut layak dihuni, aman, dan sesuai kebutuhan warga,” jelasnya, Senin (4/5/2026).

Sepablock sendiri merupakan inovasi bahan bangunan dari PT Semen Padang yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi konstruksi. Teknologi ini memungkinkan proses pembangunan rumah diselesaikan dalam waktu sekitar 30 hari serta memiliki ketahanan terhadap gempa bumi.

Staf Direksi PT Semen Padang, Donny Aswin Idham, mengatakan bahwa penggunaan Sepablock menjadi jawaban atas kebutuhan hunian pascabencana yang tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga memenuhi standar kelayakan.

“Kami ingin menghadirkan rumah yang tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga memberikan martabat bagi masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh program tersebut. Ia menuturkan bahwa ketersediaan lahan sudah dipersiapkan, bahkan masih ada sekitar 20 lokasi tambahan yang dapat dikembangkan untuk pembangunan huntap.

“Pemulihan setelah bencana bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” kata Hendri.

Ia juga mengapresiasi dukungan BNPB dalam mempercepat proses pemulihan di daerahnya. Menurutnya, kolaborasi antar sektor menjadi kunci penting dalam penanganan dampak bencana secara berkelanjutan.

Program huntap mandiri ini juga mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung dalam proses pembangunan. BNPB menilai pendekatan ini dapat mempercepat pemulihan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hunian yang dibangun.

Penggunaan Sepablock di Padang Panjang menambah daftar wilayah di Sumatera Barat yang telah menerapkan teknologi tersebut, setelah sebelumnya digunakan di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Lima Puluh Kota. Inovasi ini dinilai menjadi salah satu solusi strategis dalam mempercepat penyediaan hunian di daerah rawan bencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update