Jakarta, Rakyatterkini.com – Rasa khawatir menyelimuti keluarga Andi Angga Prasadewa (32) yang tinggal di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Aktivis kemanusiaan tersebut dikabarkan menjadi salah satu korban penangkapan oleh militer Israel di wilayah perairan internasional Laut Mediterania Timur.
Andi Angga dikenal sebagai relawan Rumah Zakat sekaligus perwakilan Indonesia dalam program Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Ia dilaporkan diamankan saat tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan ke Gaza menggunakan kapal sipil bernama Kapal Joseph.
Insiden ini terjadi ketika rombongan Global Sumud Flotilla yang membawa berbagai bantuan dari Turki menuju Gaza dihentikan oleh angkatan laut Israel di sekitar perairan dekat Siprus.
Dalam kejadian tersebut, Andi Angga termasuk satu dari lima delegasi internasional yang ditahan oleh pihak militer Israel. Padahal, misi tersebut sepenuhnya bersifat kemanusiaan dengan membawa kebutuhan darurat seperti bahan pangan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan medis, hingga kebutuhan bayi dan balita untuk warga Gaza yang terdampak blokade.
Sebelum keberangkatan, Andi Angga diketahui telah mengikuti pelatihan intensif di Turki bersama puluhan relawan lain dari berbagai negara yang tergabung dalam armada yang terdiri dari 56 kapal bantuan.
Keluarga baru menyadari adanya kejadian tersebut setelah pesan yang dikirim oleh ibunya tidak lagi mendapat balasan. Kecurigaan semakin kuat setelah muncul pesan terakhir dari Andi Angga sebelum komunikasi terputus.
“Jika saya tidak bisa dihubungi lagi, kemungkinan saya sudah ditahan oleh tentara Israel,” demikian isi pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada ibunya.
Setelah menerima pesan tersebut, pihak keluarga segera berkoordinasi dengan pusat Global Sumud Flotilla dan mendapatkan konfirmasi bahwa kapal yang ditumpangi Andi Angga memang telah dicegat oleh militer Israel.
Sang ibu, Sutrawati Kaharuddin, tak kuasa menahan kesedihan atas kondisi anaknya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Keluarga pun meminta pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk segera melakukan langkah diplomasi guna menyelamatkan Andi Angga.
Keluarga menegaskan bahwa keberangkatan Andi Angga semata-mata untuk misi kemanusiaan dan perdamaian, bukan untuk kegiatan bersenjata.
“Kami sangat berharap pemerintah, terutama Bapak Presiden Prabowo Subianto, bisa membantu menyelamatkan anak kami. Ia ke sana untuk membantu sesama, bukan sebagai pelaku kejahatan,” ujar Sutrawati, Selasa (19/5/2026).
Sementara itu, hingga kini Kementerian Luar Negeri RI bersama berbagai organisasi kemanusiaan internasional masih berupaya menelusuri lokasi penahanan serta memastikan kondisi para relawan Indonesia yang berada di bawah kendali otoritas Israel.(da*)


