Notification

×

Iklan

Pertamina Sumbagut Gelar Simulasi Kebakaran di SPBU Padang

Jumat, 08 Mei 2026 | 04:45 WIB Last Updated 2026-05-07T21:45:00Z

Ilustrasi.

Padang, Rakyatterkini.com– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat di SPBU dengan memperkuat kesiapan petugas serta sistem keselamatan operasional.

Region Manager Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agoeng Priyanto, menjelaskan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan simulasi penanganan kebakaran di SPBU.

Menurutnya, kegiatan simulasi tersebut sangat penting untuk memastikan para petugas di lapangan benar-benar siap ketika menghadapi kondisi darurat.

“Latihan penanganan kebakaran di SPBU menjadi bagian penting untuk menguji kesiapan personel yang bertugas di operasional,” ujarnya di Padang, Kamis.

Agoeng menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan sistem tanggap darurat perusahaan, yang bertujuan agar penanganan insiden di SPBU bisa dilakukan secara cepat, aman, dan terkontrol.

Dengan adanya simulasi tersebut, Pertamina berupaya meminimalkan risiko serta memastikan perlindungan bagi masyarakat, pekerja, dan fasilitas operasional yang ada.

Ia juga menegaskan bahwa pelatihan difokuskan pada kemampuan respons awal di lokasi SPBU, sehingga setiap petugas dapat bertindak sigap, tepat, dan sesuai prosedur ketika terjadi keadaan darurat.

Selain itu, Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait di luar perusahaan agar sistem penanganan darurat dapat berjalan lebih terpadu dan efektif.

Simulasi tersebut dilaksanakan di SPBU 14.251.520 Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dengan skenario kebakaran sepeda motor di area pengisian bahan bakar.

Dalam skenario itu, kebakaran bermula dari kebocoran tangki motor yang menyebabkan bahan bakar mengenai mesin. Saat mesin dinyalakan, muncul percikan api yang kemudian memicu kebakaran.

Menanggapi kejadian tersebut, petugas SPBU segera melakukan langkah penanganan darurat sesuai prosedur, seperti menghentikan operasional melalui emergency shut-off, melepas nozzle, hingga memberikan peringatan kepada sekitar lokasi.

Proses penanganan kemudian dilanjutkan dengan pemadaman api menggunakan APAR dan APAB, evakuasi kendaraan serta korban ke tempat aman, serta mengaktifkan tim penanggulangan darurat.

Agoeng menyebutkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat penerapan budaya keselamatan kerja (HSSE) di lingkungan operasional. Dengan demikian, aspek keselamatan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga benar-benar diuji melalui praktik langsung, mulai dari pencegahan hingga penanganan dan pemulihan.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa simulasi ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami berupaya memastikan seluruh potensi risiko di SPBU sudah diantisipasi dengan sistem yang jelas, prosedur yang tepat, dan kesiapan petugas yang terlatih,” tuturnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update