Notification

×

Iklan

Mahyeldi Tekankan Gotong Royong Kunci Bangkit dari Bencana

Minggu, 31 Mei 2026 | 04:48 WIB Last Updated 2026-05-30T21:48:00Z

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menghadiri penyembelihan hewan kurba

Arosuka, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menekankan bahwa kepedulian sosial serta semangat gotong royong merupakan modal utama dalam membantu masyarakat bangkit dari berbagai bencana.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan penyembelihan hewan kurban dalam Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 Hijriah yang diselenggarakan Dompet Dhuafa di Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, Sabtu (30/5/2026).

Dalam program tersebut, sebanyak 45 ekor sapi disalurkan untuk masyarakat di berbagai daerah di Sumbar. Dari jumlah itu, lima ekor sapi secara khusus diberikan kepada warga yang terdampak bencana di lima nagari di Kabupaten Solok.

Mahyeldi juga memberikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa yang dinilainya secara konsisten menghadirkan program-program kemanusiaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa ibadah kurban tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata, terutama bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.

Menurutnya, program seperti ini juga ikut menggerakkan roda perekonomian hingga ke daerah-daerah terpencil. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat solidaritas dan kebersamaan.

Ia menilai kehadiran program tersebut menunjukkan tingginya rasa kepedulian masyarakat Sumatera Barat. Harapannya, manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan secara luas sekaligus menjadi penyemangat bagi warga yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana.

Usai kegiatan tersebut, Mahyeldi turut meninjau pembangunan kembali Masjid Jami’ Jabal Nur di Dusun Batua Cancang yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun lalu. Pembangunan masjid itu dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Pemerintah Provinsi Sumbar.

Ia menyebutkan bahwa masjid tersebut menjadi simbol kebangkitan masyarakat pascabencana. Diharapkan, masjid ini kembali berfungsi sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial warga sekitar.

Mahyeldi juga menilai bahwa semangat gotong royong dalam proses pembangunan kembali masjid menjadi bukti ketangguhan masyarakat Sumbar dalam menghadapi berbagai ujian.

Ia menegaskan, ketika kebersamaan dan kepedulian terus dijaga, maka berbagai musibah dapat dilalui dengan lebih ringan. Menurutnya, nilai inilah yang harus terus dipertahankan oleh masyarakat Sumatera Barat.

Sementara itu, Pembina Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, menyampaikan bahwa pihaknya menyalurkan satu ekor sapi di Paninggahan serta empat ekor lainnya ke wilayah terdampak bencana di Kabupaten Solok sesuai kebutuhan yang diajukan pemerintah daerah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan amanah kurban melalui Dompet Dhuafa.

Musfi menambahkan, Dompet Dhuafa tidak hanya hadir saat Iduladha, tetapi juga aktif dalam penanganan dan pemulihan pascabencana, mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, tanggap darurat, hingga program pemulihan ekonomi masyarakat.

Ia berharap ke depan lembaganya dapat terus mendampingi masyarakat agar mampu bangkit dan kembali mandiri.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update