Padang, Rakyatterkini.com — Upaya penataan kawasan bersejarah di Kota Padang kembali dipercepat untuk mewujudkan kota yang lebih tertata, estetis, nyaman, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Pada Sabtu (30/5/2026), Camat Padang Barat Diko Riva Utama bersama Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan dan Anggota Komisi I DPRD Kota Padang Iswanto Kwara melakukan peninjauan langsung ke kawasan Pasar Tanah Kongsi.
Kunjungan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan intensif yang sebelumnya digelar di Dinas PUPR Kota Padang. Dalam forum itu, hadir sejumlah pihak terkait seperti DPRD Kota Padang, Dinas PUPR, Camat Padang Barat, serta lurah dari Kampung Pondok dan Berok Nipah.
Pembahasan difokuskan pada rencana penataan Pasar Tanah Kongsi sebagai pusat kuliner berbasis akulturasi empat etnis, sekaligus upaya normalisasi aliran Kali Mati di Berok Nipah agar kawasan lebih bersih dan terhindar dari banjir.
Dalam peninjauan tersebut, Camat Padang Barat Diko Riva Utama memaparkan rencana pengembangan kawasan yang mengacu pada roadmap revitalisasi 2025–2026. Konsep yang diusung adalah menjadikan Tanah Kongsi sebagai pusat gastronomi sekaligus ruang pelestarian budaya multietnis.
Ia menjelaskan bahwa kawasan ini memiliki keunikan sejarah karena menjadi salah satu titik di Padang yang merekam perpaduan budaya Minangkabau, Tionghoa, dan Nias sejak abad ke-19. Kondisi tersebut dinilai selaras dengan upaya Kota Padang untuk masuk dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network pada kategori gastronomi.
Sejumlah program prioritas yang direncanakan meliputi penataan tampilan bangunan bernuansa heritage, penguatan sistem pencahayaan kawasan, pembangunan pusat informasi digital kuliner, pengembangan jalur wisata gastronomi, serta pemberdayaan UMKM melalui program inkubasi usaha.
Diko juga menyebutkan bahwa dengan dukungan anggaran prioritas yang mencapai ratusan juta rupiah, kawasan tersebut ditargetkan mampu menarik kunjungan hingga belasan ribu orang setiap bulan pada tahun pertama. Selain itu, revitalisasi ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku UMKM kuliner agar memenuhi standar pelayanan yang lebih baik.
Dukungan juga datang dari legislatif. Anggota Komisi I DPRD Kota Padang Iswanto Kwara menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengalokasikan dana pokok pikiran (pokir) sebesar Rp500 juta untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut. Ia menilai Pasar Tanah Kongsi memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata Kota Tua karena nilai sejarah dan keberagaman budayanya.
Sementara itu, pegiat sejarah dan pariwisata sekaligus pendiri komunitas Padang Heritage, Ubay, menekankan pentingnya menjaga keaslian nilai budaya yang hidup di kawasan tersebut. Menurutnya, Pasar Tanah Kongsi bukan hanya pusat perdagangan, tetapi juga ruang interaksi sosial dan kuliner yang merepresentasikan warisan budaya multietnis Kota Padang.
Ia menyebut pasar tersebut sebagai bagian dari living heritage yang menghubungkan sejarah, kuliner, dan identitas budaya dalam satu ruang yang terus berkembang secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan komunitas, revitalisasi Pasar Tanah Kongsi diharapkan mampu menjadi ikon wisata baru Sumatra Barat yang berdaya saing dan menarik perhatian wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.(da*)


