Notification

×

Iklan

Ketegangan Iran-AS Kembali Memanas

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:38 WIB Last Updated 2026-05-26T16:38:00Z

Iran menembak jatuh drone mata-mata Amerika Serikat MQ-9 dan mengusir jet tempur siluman F-35. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran mengklaim berhasil menggagalkan aktivitas militer Washington di wilayah udaranya. Iran menyatakan telah menjatuhkan drone pengintai MQ-9 serta memaksa jet tempur siluman F-35 keluar dari area udara mereka.

Menurut pernyataan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), sistem pertahanan udara mereka juga berhasil mengusir drone jenis RQ-4 yang disebut memasuki wilayah Iran di kawasan Teluk Persia.

IRGC menuding langkah tersebut merupakan respons atas dugaan pelanggaran wilayah oleh militer AS. Dalam keterangannya, Iran menilai aksi Washington sebagai bagian dari operasi militer yang bersifat provokatif di kawasan tersebut.

“Iran memiliki hak untuk menanggapi setiap pelanggaran terhadap kedaulatan wilayahnya,” demikian pernyataan yang dikutip dari kantor berita Fars.

Pihak Iran juga memperingatkan bahwa setiap pelanggaran serupa di masa mendatang akan dibalas dengan tindakan yang lebih tegas.

Sementara itu, sebelumnya United States Central Command (Centcom) mengumumkan telah melakukan operasi militer di wilayah selatan Iran pada 25 Mei 2026. Serangan tersebut disebut menyasar fasilitas peluncuran rudal serta kapal-kapal yang diduga tengah mempersiapkan pemasangan ranjau.

Juru bicara Centcom, Tim Hawkins, menyatakan bahwa operasi dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap pasukan AS dari potensi ancaman militer Iran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap berupaya menahan diri di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung.

Serangan tersebut dilaporkan terjadi di sekitar Bandar Abbas, sebuah kota pelabuhan penting yang menjadi lokasi pangkalan Angkatan Laut Iran di kawasan strategis Selat Hormuz.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai dampak insiden tersebut terhadap upaya diplomatik antara kedua negara. Namun, eskalasi terbaru ini dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas gencatan senjata yang sedang dijalankan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update