Notification

×

Iklan

Kementan: Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 800 Ribu Ekor

Jumat, 29 Mei 2026 | 05:54 WIB Last Updated 2026-05-28T22:54:00Z

Kementan: Stok Hewan Kurban Nasional 2026 Surplus 800 Ribu Ekor.

Jakarta, Rakyatterkini.com — Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa ketersediaan hewan kurban nasional pada tahun 2026 berada dalam kondisi sangat aman bahkan mengalami surplus.

Berdasarkan data pemerintah, total stok hewan kurban tahun ini mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan nasional diperkirakan hanya sekitar 2,4 juta ekor. Dengan demikian, terdapat kelebihan pasokan sekitar 800 ribu ekor hewan kurban.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menilai kondisi tersebut mencerminkan stabilnya pasokan ternak di dalam negeri sekaligus menunjukkan ketahanan masyarakat di tengah situasi global yang penuh tantangan.

“Alhamdulillah ini merupakan rahmat dan rezeki dari Allah untuk bangsa kita. Di tengah berbagai konflik dan kesulitan global, Indonesia masih dalam keadaan baik, dan ini patut kita syukuri bersama,” ujar Sudaryono di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Data nasional juga menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kurban dari tahun ke tahun. Berdasarkan sistem iSIKHNAS, jumlah pemotongan hewan kurban pada 2025 tercatat sebanyak 2.268.764 ekor, naik sekitar 11,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 2.033.995 ekor.

Tren positif tersebut juga terlihat di lingkungan internal Kementerian Pertanian. Pada 2026, pelaksanaan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat Kementan, mencatat rekor tertinggi dengan total 49 ekor hewan kurban, terdiri dari 41 ekor sapi dan 8 ekor kambing.

Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni 17 ekor pada 2024 (2 sapi dan 15 kambing), kemudian 19 ekor pada 2025 (9 sapi dan 10 kambing), hingga melonjak menjadi 49 ekor pada 2026.

“Insyaallah kondisi negara kita terus membaik, dan hal ini juga terlihat dari meningkatnya partisipasi kurban di lingkungan kementerian,” kata Sudaryono.

Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wamentan, pejabat Kementan, mitra kerja, BUMN, hingga Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang menyumbang 15 ekor sapi. Pelaksanaan penyembelihan turut melibatkan 41 Juru Sembelih Halal (Juleha) dari binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan agar sesuai syariat dan standar kesehatan.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menegaskan bahwa kondisi hewan kurban nasional saat ini dalam keadaan aman dan terkendali. Ia menyebut total ketersediaan mencapai sekitar 3,2 juta ekor, yang terdiri dari 860 ribu sapi, 34 ribu kerbau, 1,4 juta kambing, dan 935 ribu domba.

“Dengan kebutuhan nasional sekitar 2,4 juta ekor, maka masih terdapat surplus kurang lebih 800 ribu ekor,” jelas Agung.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi sebagai bantuan kemasyarakatan Presiden ke berbagai daerah, termasuk provinsi, kabupaten/kota, hingga Ibu Kota Nusantara serta sejumlah lembaga sosial.

Selain itu, pelaksanaan dam haji di dalam negeri turut meningkat signifikan. Jika tahun sebelumnya sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih, maka pada tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 32.690 ekor.

Menurut Agung, peningkatan kebutuhan hewan kurban dan dam haji ini memberikan dampak positif bagi para peternak di Indonesia karena meningkatkan permintaan secara nasional setiap tahunnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update