Notification

×

Iklan

Jembatan Gantung Luhung Pessel Ditargetkan Dibangun Ulang 2027

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37 WIB Last Updated 2026-05-15T13:58:07Z

Jembatan gantung yang menhubungkan Muaro Pasar Baru - Luhung, Kecamatan Bayang, Pessel, telah ditutup sejak Maret 2023 karena rusak parah.

Painan, Rakyatterkini.com  – Jembatan gantung yang menghubungkan Muaro Pasar Baru dengan Kampung Luhung di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), diperkirakan baru dapat dibangun kembali pada tahun 2027.

Sejak Maret 2023, jembatan sepanjang sekitar 180 meter dengan lebar 2,4 meter tersebut telah ditutup untuk umum demi alasan keselamatan. Penutupan dilakukan karena kondisi jembatan mengalami kerusakan cukup parah.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan bahwa pembangunan kembali jembatan itu tetap menjadi salah satu prioritas. Namun, hingga saat ini realisasinya masih terkendala keterbatasan anggaran daerah.

Saat ini, akses penghubung tercepat dari Muaro Pasar Baru menuju Kampung Luhung masih ditutup dengan portal dan belum bisa digunakan kembali oleh warga.

Kondisi jembatan sendiri semakin memburuk. Sejumlah bagian lantai terlihat lapuk, sementara struktur penyangga juga mengalami kerusakan berat. Padahal, jembatan tersebut sebelumnya menjadi jalur penting bagi warga, termasuk pelajar, sebelum akhirnya tidak lagi bisa dilewati karena alasan keamanan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pessel, Jaferi, mengatakan pihaknya terus berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar pembangunan dapat segera dilaksanakan.

“Bersama Bupati, kami sudah mengajukan proposal pembangunan Jembatan Gantung Luhung ke kementerian terkait. Harapannya ada bantuan anggaran dari pusat karena kemampuan APBD daerah saat ini terbatas,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini anggaran daerah banyak difokuskan untuk pemulihan infrastruktur pascabencana. Kondisi tersebut membuat sejumlah proyek lain yang tidak bersifat darurat harus ditunda sementara.

Jaferi juga menegaskan bahwa penutupan jembatan sejak 2023 dilakukan murni demi keselamatan warga, mengingat kondisi struktur yang sudah sangat berbahaya.

“Kami tidak ingin ada korban jiwa akibat tetap memaksakan penggunaan jembatan tersebut, karena secara teknis sudah tidak layak dan berisiko tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Pessel, Fahresi Eka Siska, menyebutkan bahwa jembatan tersebut tidak memungkinkan lagi untuk diperbaiki secara bertahap karena kerusakan sudah terjadi hampir di seluruh bagian utama konstruksi.

“Dengan panjang sekitar 180 meter dan lebar 2,4 meter, kondisi jembatan sudah rusak menyeluruh. Tidak bisa diperbaiki sebagian, harus dibangun ulang dari awal,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan baru diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar.

Pemerintah daerah sebelumnya sempat mengalokasikan dana sekitar Rp1 miliar pada tahun 2025 untuk penanganan awal. Namun setelah dilakukan kajian teknis, dana tersebut dinilai tidak mencukupi karena kerusakan terlalu luas.

“Setelah evaluasi, anggaran Rp1 miliar tidak memadai. Solusinya memang harus pembangunan baru secara total,” tambahnya.

Rencana penganggaran ulang pada tahun 2026 juga sempat disiapkan, namun tertunda akibat bencana banjir yang melanda wilayah Pessel. Selain itu, adanya pengurangan transfer anggaran dari pemerintah pusat turut mempengaruhi kemampuan daerah dalam menjalankan sejumlah proyek infrastruktur.

Meski belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat, Pemkab Pesisir Selatan tetap menargetkan pembangunan Jembatan Gantung Luhung dapat terlaksana pada tahun 2027.

“Insya Allah, jika kondisi memungkinkan, tahun 2027 bisa mulai kita bangun,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update