Notification

×

Iklan

Harga Sawit di Pessel Anjlok Drastis, Petani Terpuruk

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:18 WIB Last Updated 2026-05-28T12:18:00Z

Harga Sawit di Pesisir Selatan Anjlok Drastis

Pessel, Rakyatterkini.com – Para petani kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tengah menghadapi tekanan berat akibat merosotnya harga tandan buah segar (TBS) dalam beberapa hari terakhir.

Harga yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp2.000 per kilogram, kini turun tajam hingga sekitar Rp800 per kilogram di tingkat petani. Kondisi ini membuat para pelaku usaha perkebunan rakyat semakin kesulitan menutup biaya produksi.

Seorang petani sawit di Kecamatan Lengayang, Irul (49), mengaku penurunan harga terjadi secara cepat dan di luar perkiraan.

“Turunnya cukup drastis. Sebelumnya masih sekitar Rp2.000 per kilogram, sekarang tinggal kurang lebih Rp800,” ungkapnya, Kamis (28/5/2026).

Ia menambahkan, penurunan harga mulai dirasakan sejak Sabtu (24/5/2026), dan berdampak langsung pada kemampuan petani dalam membiayai perawatan kebun.

Keluhan serupa juga disampaikan Tami (49), petani sawit lainnya di wilayah tersebut. Ia menilai harga jual saat ini jauh tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi, terutama pupuk yang terus mengalami kenaikan.

“Pupuk NPK saja sudah sekitar Rp800 ribu per sak, sementara harga sawit hanya sekitar Rp800 per kilo. Jelas tidak seimbang,” ujarnya.

Menurut Tami, kondisi ini membuat sebagian petani terpaksa menunda panen karena secara perhitungan biaya operasional lebih besar dibanding hasil yang diperoleh.

“Bahkan ada yang memilih berhenti panen sementara. Karena untuk memanen saja butuh biaya, belum lagi perawatan kebun yang mahal. Jadi lebih banyak keluar modal daripada pemasukan,” tambahnya.

Tidak hanya petani, sejumlah pengepul atau toke sawit di daerah tersebut juga ikut menghentikan pembelian sementara. Salah satunya Oyon, yang menyebut langkah itu diambil karena harga di tingkat petani sudah terlalu rendah dan tidak stabil.

“Untuk sementara kami juga tidak mengambil sawit sampai harga kembali normal. Kondisinya memang sangat tidak menguntungkan,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebelum terjadi penurunan harga, dirinya biasa membeli hingga sekitar tiga ton sawit per hari dari petani. Namun saat ini seluruh aktivitas pembelian dihentikan sementara, termasuk oleh sejumlah pengepul lainnya, sambil menunggu harga kembali membaik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update