Notification

×

Iklan

Dompet Dhuafa Luncurkan Program MUFAKAT di Sumbar

Senin, 04 Mei 2026 | 21:18 WIB Last Updated 2026-05-04T14:18:00Z

Dompet Dhuafa Hadirkan Pembiayaan UMKM Tanpa Bunga melalui MUFAKAT

Padang, Rakyatterkini.com – Dompet Dhuafa melalui mitra pelaksana program Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya (YWIB) secara resmi memperkenalkan Program MUFAKAT (Modal Usaha Bermanfaat untuk Masyarakat) di Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan peluncuran tersebut digelar bersamaan dengan seminar bertajuk “Microfinance Syariah dalam Pemulihan UMKM Pascabencana di Sumatera Barat” yang berlangsung di Gedung Convention Hall Universitas Andalas, Senin (4/5/2026).

Program MUFAKAT hadir sebagai upaya strategis dalam merespons kondisi darurat akibat banjir dan tanah longsor yang sebelumnya melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat. Bencana tersebut diketahui telah memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan usaha mikro dan kecil di wilayah terdampak.

Model yang diterapkan dalam program ini mengusung pendekatan kolaboratif, yakni menggabungkan pembiayaan berbasis syariah melalui Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dengan pendampingan usaha yang terstruktur dan berkelanjutan.

Pembiayaan Syariah Tanpa Beban Bunga

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menjelaskan bahwa MUFAKAT merupakan inovasi pembiayaan yang tidak membebankan bunga maupun margin kepada pelaku usaha. Dalam pelaksanaannya, Dompet Dhuafa menunjuk sejumlah BMT sebagai pengelola di lapangan.

“BMT kami berikan mandat untuk mengelola pembiayaan tanpa adanya margin atau bunga. Sebagai bentuk imbal jasa pengelolaan, Dompet Dhuafa menyediakan dana khusus untuk operasional BMT. Jadi, pelaku usaha mikro benar-benar mendapatkan pembiayaan tanpa tambahan beban,” ujarnya.

Dorongan Pemulihan Ekonomi Penyintas Bencana

Program ini menyasar ratusan pelaku UMKM di Sumatera Barat yang terdampak langsung oleh bencana alam. Fokus utama MUFAKAT bukan hanya bantuan jangka pendek, melainkan mendorong kemandirian ekonomi agar para pelaku usaha dapat kembali bangkit dan beroperasi secara mandiri.

Ahmad menegaskan bahwa pemulihan ekonomi pascabencana harus dilakukan secara terarah dan berkesinambungan, sehingga usaha yang sempat terhenti bisa kembali produktif.

Dalam pelaksanaannya, Dompet Dhuafa bekerja sama dengan sembilan BMT lokal. Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam dua tahap, di mana lima BMT telah menandatangani kesepakatan di Universitas Andalas, sementara empat lainnya dijadwalkan menyusul di Kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Program ini juga mendapat dukungan dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, yang mendorong keterlibatan lembaga non-pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.

Selain itu, kerja sama juga melibatkan BEM FEB KM Universitas Andalas untuk memperluas sosialisasi mengenai konsep pembiayaan mikro syariah sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi berkelanjutan.

Meski pada tahap awal difokuskan bagi penyintas bencana, program ini ke depan juga membuka peluang bagi pelaku UMKM di luar wilayah terdampak untuk ikut mengakses pembiayaan pada tahap pengembangan berikutnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update