Notification

×

Iklan

Delfi Adri, Legenda Setia Semen Padang FC

Jumat, 29 Mei 2026 | 02:17 WIB Last Updated 2026-05-28T22:24:50Z

Legenda Semen Padang FC, Delfi Adri.


Padang, Rakyatterkini.com - Sepak bola Indonesia selalu melahirkan kisah inspiratif dari para pemain legendaris yang dedikasinya layak dijadikan contoh. Salah satu sosok yang pernah bersinar di masa kejayaan sepak bola nasional adalah Delfi Adri, penyerang andalan Semen Padang FC pada era kompetisi Galatama.

Dalam sebuah perbincangan santai di podcast Bukakata bersama Andika dan Natasha, Delfi membagikan perjalanan kariernya yang penuh perjuangan, loyalitas, serta kecintaan mendalam terhadap klub Semen Padang FC.

Pria kelahiran Payakumbuh tersebut meniti karier profesional sejak 1987 hingga 1998. Selama lebih dari satu dekade, ia menunjukkan pengabdian luar biasa dengan hanya membela satu klub kebanggaan masyarakat Sumatra Barat.

Di tengah tren sepak bola modern yang membuat banyak pemain berpindah klub demi kontrak besar, Delfi justru memilih jalan berbeda. Ia merasa memiliki jaminan masa depan bukan hanya dari sepak bola, tetapi juga dari pekerjaannya sebagai karyawan tetap di PT Semen Padang sejak 1990.

Ia mengungkapkan bahwa keputusannya bergabung dengan Semen Padang didasari oleh kebutuhan untuk menata masa depan, terutama sebagai anak sulung yang harus membantu keluarga. Hal inilah yang membuatnya tetap setia dan tidak tergoda tawaran dari klub-klub besar di luar daerah, meski timnya tengah berada di puncak prestasi.

Salah satu momen paling berkesan dalam kariernya terjadi pada tahun 1992, ketika Semen Padang FC berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Arema Malang dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.

Gol kemenangan tersebut dicetak langsung oleh Delfi melalui aksi cerdas memanfaatkan kelengahan lawan dalam skema serangan balik. Ia berhasil merebut bola di lini tengah, melewati dua pemain bertahan, lalu menuntaskan peluang dalam situasi satu lawan satu dengan kiper.

Menurutnya, keberhasilan tim saat itu tidak lepas dari rasa memiliki yang tinggi dari seluruh pemain terhadap klub, sebuah semangat yang menurutnya sulit ditemukan di era sepak bola saat ini.

Namun perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Pada 1989, Delfi sempat mengalami cedera serius menjelang ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia mengalami patah tulang tibia dan fibula akibat benturan keras dengan kiper lawan dalam laga uji coba.

Di tengah keterbatasan fasilitas medis dan minimnya dukungan fisioterapi saat itu, Delfi menunjukkan mental yang kuat. Ia berusaha pulih dengan berlatih secara mandiri, bahkan menggunakan alat sederhana seperti botol berisi pasir untuk melatih otot kakinya yang melemah pasca operasi.

Usaha keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Meski masih memiliki pen di kakinya, ia mampu kembali bermain dan membuktikan bahwa kemampuannya belum pudar.

Bagi Delfi, Semen Padang FC bukan sekadar tempat berkarier, tetapi juga bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia mengaku sangat berterima kasih karena klub tersebut telah membesarkan namanya.

Kini, selain berperan sebagai asisten pelatih, Delfi juga tengah mengejar lisensi kepelatihan AFC Pro. Ia memiliki harapan besar untuk suatu hari bisa menjadi pelatih kepala di Liga 1, bahkan berkontribusi bagi tim nasional Indonesia.

Semangat dan dedikasi yang terus ia tunjukkan menjadi bukti bahwa sosok sederhana pun bisa memiliki tekad besar untuk memajukan sepak bola Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update