Notification

×

Iklan

BKSDA Sumbar Selidiki Dugaan Serangan Harimau di Agam

Rabu, 13 Mei 2026 | 02:00 WIB Last Updated 2026-05-12T19:00:00Z

Ilustrasi

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengirimkan tim ke Kabupaten Agam untuk menindaklanjuti laporan dugaan serangan harimau sumatera terhadap seekor anak kerbau milik warga.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menjelaskan bahwa pihaknya menurunkan delapan personel bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Salareh Aia setelah menerima laporan dari pemerintah nagari setempat.

“Kami langsung menuju lokasi setelah menerima informasi adanya anak kerbau yang terluka diduga akibat serangan harimau,” ujar Ade di Lubuk Basung, Senin.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Padang Pulau, Gumarang I, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan pemeriksaan lapangan, menggali keterangan dari pemilik ternak, serta menelusuri tanda-tanda keberadaan satwa liar, termasuk jejak kaki dan bekas cakaran.

Selain itu, BKSDA juga memasang kamera jebak di beberapa titik untuk memantau pergerakan harimau yang diduga masih berada di sekitar kawasan hutan.

“Kami menemukan jejak kaki serta cakaran yang diduga milik harimau di area kejadian,” tambahnya.

Ade menjelaskan, anak kerbau betina milik warga bernama Suhendri (50) mengalami luka pada bagian paha kanan. Hewan tersebut diduga diserang pada Minggu pagi oleh Harimau Sumatera.

Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang warga lain juga melaporkan melihat dua ekor harimau melintas di jalur menuju area kebun.

BKSDA mengimbau masyarakat agar lebih waspada serta mengamankan ternak dengan cara dikandangkan atau ditempatkan dekat permukiman untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami belum bisa memastikan apakah harimau yang menyerang ternak ini merupakan individu yang sama dengan yang sebelumnya sempat mendekati permukiman di wilayah Matur,” kata Ade.

Sementara itu, Suhendri selaku pemilik ternak mengatakan bahwa anak kerbaunya diserang saat berada di area persawahan yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya.

“Saat saya tiba di lokasi, anak kerbau sudah terluka dan mengeluarkan darah. Di sekitar tempat kejadian juga terlihat banyak jejak harimau,” ungkapnya.

Setelah kejadian tersebut, anak kerbau bersama induknya langsung dibawa pulang dan mendapatkan perawatan dari dokter hewan.

Selain itu, Suhendri juga memindahkan empat ekor kerbau lainnya lebih dekat ke rumah agar lebih aman dari kemungkinan serangan lanjutan.

“Total enam ekor kerbau saya amankan di sekitar rumah,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update