Jakarta, Rakyatterkini.com – Banjir bandang melanda Kabupaten Gorontalo Utara setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dalam durasi cukup lama pada Selasa (26/5/2026). Saat kejadian, ketinggian air dilaporkan berkisar antara 40 sentimeter hingga mencapai 2 meter.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Didingga, yang kemudian menggenangi sejumlah permukiman warga di sekitarnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa bencana ini berdampak pada ratusan kepala keluarga.
“Banjir bandang menerjang lima desa di Kecamatan Biau, yaitu Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga, dan Luhuto. Sebanyak 529 kepala keluarga terdampak, termasuk akses jalan desa,” ujarnya pada Rabu (27/5/2026).
Sebagai respons cepat, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Tim di lapangan melakukan pendataan sekaligus membantu warga mengevakuasi barang-barang penting ke tempat yang lebih aman.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu akses jalan di beberapa desa di Kecamatan Biau. Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus memantau situasi guna memastikan kondisi warga setelah banjir.
BNPB menyebutkan bahwa tidak ada laporan warga yang mengungsi akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat.
“Tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi. Saat ini air sudah mulai surut seiring menurunnya intensitas hujan, namun petugas tetap dalam kondisi siaga untuk menghadapi potensi banjir berikutnya,” jelasnya.(da*)


