Notification

×

Iklan

Atap Kelas MTs Sragen Ambruk, 8 Orang Terluka

Rabu, 13 Mei 2026 | 01:49 WIB Last Updated 2026-05-12T18:49:00Z

Polisi masih menyelidiki kasus ambruknya atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4, Sragen

Jakarta, Rakyatterkini.com – Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ambruknya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Insiden tersebut terjadi saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung pada Selasa (12/5/2026).

Akibat kejadian itu, sebanyak tujuh siswa serta satu guru dilaporkan mengalami luka-luka setelah tertimpa material bangunan yang runtuh. Saat ini, Polres Sragen telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendalami penyebab pasti insiden tersebut.

Peristiwa bermula ketika siswa kelas VII sedang mengikuti pelajaran Bahasa Inggris di dalam kelas. Tiba-tiba, bagian atap bangunan roboh dan material seperti kayu rangka serta genteng jatuh menimpa seluruh ruangan, membuat para siswa tidak sempat menyelamatkan diri.

Salah satu korban, Hafzah, menceritakan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan tidak memberikan waktu untuk menghindar.

“Kejadiannya tiba-tiba, kami tidak sempat lari. Langsung tertimpa reruntuhan,” ujarnya.

Bangunan Diduga Sudah Tua

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, kondisi bangunan sekolah tersebut sudah cukup tua. Gedung diketahui dibangun pada tahun 1978 dan terakhir kali direnovasi pada tahun 2000.

“Bangunan ini berdiri sejak 1978 dan renovasi terakhir dilakukan tahun 2000. Artinya sudah lebih dari dua dekade tidak mendapatkan perbaikan besar,” jelasnya.

Pihak kepolisian menduga kuat bahwa kerusakan pada struktur kayu penyangga atap yang sudah lapuk menjadi penyebab utama runtuhnya bangunan saat tidak mampu menahan beban genteng.

Selidiki Unsur Kelalaian

Usai kejadian, area sekolah telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam perawatan gedung yang menyebabkan peristiwa ini terjadi.

“Kami masih menelusuri apakah ada kelalaian dalam pemeliharaan bangunan yang berujung pada kejadian ini,” tambah Kapolres.

Pihak kepolisian bersama instansi pendidikan setempat diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah lainnya di Sragen, terutama gedung-gedung lama, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update