Padang, Rakyatterkini.com — Meskipun deforestasi di tingkat nasional meningkat, Provinsi Sumatera Barat justru berhasil mencatat penurunan laju kehilangan hutan pada 2025 di bawah rata-rata tahunan.
Data dari Dinas Kehutanan Sumbar menunjukkan, pada 2025 luas hutan yang hilang sekitar 8.500 hektare. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata deforestasi tahunan periode 2013–2024 yang mencapai sekitar 13 ribu hektare.
Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat, Ferdinal Asmin, menilai pencapaian ini sebagai bukti keberhasilan kebijakan kehutanan yang diterapkan di provinsi tersebut.
“Laju deforestasi di Sumbar relatif kecil. Tahun 2025 hanya sekitar 8.500 hektare, di bawah rata-rata tahunan 2013–2025,” ujar Ferdinal kepada Radarsumbar.com.
Ia menekankan, angka deforestasi yang tampak besar selama ini merupakan hasil akumulasi dalam jangka waktu panjang, bukan angka per tahun.
“Jika dihitung dari 2013 hingga 2025 memang totalnya cukup tinggi. Namun rata-rata per tahun hanya sekitar 13 ribu hektare, dan pada 2025 kita berhasil menekannya di bawah rata-rata tersebut. Ini merupakan capaian penting,” jelasnya.
Ferdinal juga menilai tren positif ini berkaitan erat dengan kebijakan kehutanan pascareformasi, khususnya program perhutanan sosial yang memberi masyarakat akses pengelolaan hutan.
“Sejak kebijakan perhutanan sosial diterapkan, deforestasi bisa ditekan. Hal ini menunjukkan arah kebijakan kita sudah tepat,” tambahnya.
Tekanan Nasional Justru Meningkat
Keberhasilan Sumbar menjadi menarik bila dibandingkan dengan kondisi nasional yang menunjukkan tren sebaliknya.
Menurut laporan Status Deforestasi Indonesia 2025 (STADI 2025) dari Auriga Nusantara, luas deforestasi Indonesia pada 2025 mencapai 433.751 hektare, meningkat 66 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 261.575 hektare. Kenaikan ini menunjukkan tekanan yang semakin besar terhadap hutan, baik di kawasan hutan negara maupun di area penggunaan lain (APL).
Auriga Nusantara mengumpulkan data ini melalui platform Simontini yang memanfaatkan citra satelit Sentinel-2 resolusi tinggi dan verifikasi lapangan untuk memastikan akurasi.
Secara nasional, rata-rata kehilangan hutan mencapai 36 ribu hektare per bulan, dengan periode paling kritis antara April hingga Oktober 2025.
Meski Sumatera Barat berhasil menekan deforestasi secara lokal, provinsi ini tetap tercatat mengalami kenaikan signifikan secara nasional, mencapai 1.034 persen dibanding tahun sebelumnya. Tren serupa juga terjadi di Aceh dan Sumatera Utara.
Kondisi ini diduga berkaitan dengan meningkatnya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, yang melanda sejumlah wilayah di akhir 2025.(da*)


