Lubuk Basung, Rakyatterkini.com– Kenangan pahit bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam pada Mei 2024 masih membekas di ingatan masyarakat.
Arus deras membawa tanah, batu, dan gelondongan kayu dari hulu sungai menghantam permukiman, menyebabkan penyumbatan di beberapa titik dan membuat sungai meluap, merusak berbagai bangunan di sekitarnya. Salah satu yang terdampak parah adalah SDN 03 Koto Tuo, yang hancur total.
Pasca-bencana, pemulihan dilakukan secara bertahap. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, menyampaikan pada Sabtu (4/4) bahwa selama masa darurat, para siswa menumpang belajar di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) setempat.
“Meski dengan keterbatasan, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Hal ini menunjukkan semangat siswa dan guru untuk terus menuntut ilmu,” ujarnya.
Sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan, pembangunan gedung sekolah baru segera direalisasikan. Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk masyarakat yang mewakafkan lahan untuk sekolah baru. Pembangunan yang dibiayai Kementerian PUPR dengan anggaran sekitar Rp3 miliar akhirnya rampung dan resmi diresmikan pada Sabtu, 4 April 2026.
Gedung SDN 03 Koto Tuo kini dilengkapi fasilitas memadai, seperti delapan ruang kelas, satu ruang pentas, empat unit WC siswa, perpustakaan, ruang UKS, ruang guru, ruang kepala sekolah, serta dapur. Dengan fasilitas baru ini, diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan optimal.
Pemerintah daerah berharap, hadirnya gedung dan fasilitas pendidikan yang layak dapat meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Agam.(da*)


