Notification

×

Iklan

Pemkab Pasbar Gelar Goro Massal Dukung Gerakan Indonesia Asri

Sabtu, 25 April 2026 | 06:47 WIB Last Updated 2026-04-24T23:47:00Z

Goro massal di Pasaman Barat (Pasbar).

Pasbar, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melaksanakan kegiatan gotong royong (goro) secara serentak di sejumlah lokasi pada Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Asri yang digagas untuk meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Bupati Pasaman Barat, Yulianto, turut hadir langsung memimpin aksi bersih-bersih yang dipusatkan di Masjid Agung Nurul Ilmi. Kehadiran bupati tersebut memberi dorongan semangat bagi aparatur dan warga yang ikut bergotong royong membersihkan area rumah ibadah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pasbar, Doddy San Ismail, memimpin kegiatan serupa di jalur utama, mulai dari kawasan persimpangan Bapelitbangda hingga Kantor Satpol PP.

Tidak hanya di pusat kabupaten, kegiatan bersih-bersih ini juga dilakukan secara bersamaan di seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, sekolah, hingga tingkat kecamatan dan nagari.

Melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasbar, Afkar, Bupati Pasaman Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Lingkungan Hidup.

Ia menjelaskan bahwa setiap hari Selasa seluruh pegawai diminta membersihkan lingkungan kantor masing-masing, sedangkan hari Jumat difokuskan pada kegiatan pembersihan fasilitas umum.

“Camat dan wali nagari juga diharapkan dapat mengajak pelaku usaha untuk ikut serta menjaga kebersihan fasilitas umum seperti jalan, jembatan, rumah ibadah, hingga saluran drainase,” ujar Afkar.

Dalam kesempatan itu, Afkar juga mengungkapkan bahwa volume sampah di Pasaman Barat mencapai sekitar 188 ton per hari. Namun, yang baru dapat diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hanya sekitar 48 ton per hari.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah, antara sampah organik dan anorganik.

“Dengan kesadaran memilah sampah, diharapkan yang masuk ke TPA hanya residu. Ini penting agar kapasitas TPA tidak cepat penuh dan lingkungan tetap terjaga,” jelasnya.

Pemkab Pasaman Barat menegaskan bahwa seluruh pihak perlu berkomitmen agar Gerakan Indonesia Asri dapat menjadi kebiasaan rutin di masyarakat, meskipun pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan aktivitas masing-masing.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update