Notification

×

Iklan

Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38 Ribu UMKM Sumbar

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:44 WIB Last Updated 2026-10-03T06:44:00Z

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Menteri  UMKM) Helvi Yuni Moraza 

Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp115 miliar untuk mendukung pemulihan 38.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Barat yang terdampak bencana.

Dukungan tersebut disalurkan melalui program Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana dalam kegiatan Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II Sumatera Barat. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Universitas Andalas (Unand), Padang, Jumat (2/10/2026).

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah hadir dalam kegiatan tersebut bersama Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza. Mahyeldi menyampaikan bahwa penguatan UMKM menjadi hal penting karena sektor tersebut memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Menurut Mahyeldi, jumlah UMKM di Sumbar saat ini mendekati 750.000 unit. Jika setiap UMKM menopang satu keluarga, maka aktivitas ekonomi sektor tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan jutaan masyarakat di Sumatera Barat.

Ia menjelaskan, dampak bencana tidak hanya terlihat dari kerusakan sarana dan prasarana. Aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut terganggu, terutama usaha yang bergantung pada akses transportasi, distribusi barang, serta mobilitas konsumen.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya menjaga agar jalur transportasi yang terdampak bencana dapat kembali berfungsi secepat mungkin. Kelancaran akses tersebut dinilai penting agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan.

Mahyeldi mengapresiasi langkah pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM yang memberikan dukungan tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan. Menurutnya, kedua hal tersebut dibutuhkan agar pelaku usaha mampu memulihkan bisnis sekaligus meningkatkan kapasitasnya.

Ia menekankan bahwa pemulihan UMKM seharusnya tidak sekadar mengembalikan kondisi usaha seperti sebelum bencana. Para pelaku usaha perlu mendapat dorongan untuk berkembang melalui peningkatan mutu produk, perbaikan kemasan, pengelolaan keuangan, pemanfaatan teknologi digital, perluasan pemasaran, kemitraan hingga akses permodalan.

“Bukan hanya sekadar pulih sebagaimana sebelumnya, tapi bagaimana UMKM kita ini bisa naik kelas. Lebih kuat, lebih adaptif, mampu memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Mahyeldi.

Ia juga meminta para pelaku UMKM memanfaatkan seluruh fasilitas dalam program tersebut secara maksimal. Menurutnya, kondisi bencana tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk menghentikan upaya mengembangkan usaha.

“Jangan takut untuk memulai kembali. Dan jangan biarkan bencana menghentikan langkah-langkah kita,” katanya.

Dengan dukungan pembiayaan, pelatihan, pendampingan, serta pembukaan akses pasar, Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan usaha yang terdampak bencana. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun UMKM Sumbar yang lebih tangguh dan mampu berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.

Sementara itu, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza mengatakan sekitar 38.000 UMKM di Sumatera Barat menjadi sasaran program dengan total anggaran kurang lebih Rp115 miliar. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu pemulihan sekaligus memberdayakan pelaku usaha agar kegiatan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Tujuannya bukan sekadar dana hibah yang bisa digunakan suka-suka. Tujuannya adalah untuk pemberdayaan dan pemulihan usaha,” kata Helvi.

Kementerian UMKM juga mewajibkan penerima program mengikuti pelatihan dan pendampingan. Materi yang diberikan antara lain literasi keuangan dan pembiasaan melakukan pencatatan transaksi melalui layanan perbankan.

Menurut Helvi, pencatatan aktivitas usaha tersebut penting karena dapat memberikan gambaran perkembangan bisnis sekaligus menjadi salah satu dasar untuk membuka akses pembiayaan di masa mendatang.

Dalam pelaksanaan Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II Sumatera Barat, sekitar 800 pelaku usaha terdampak bencana mengikuti pelatihan. Materinya meliputi peningkatan kemampuan produksi, literasi keuangan hingga pengembangan akses pasar.

Program tersebut turut menggandeng Universitas Andalas melalui lembaga inkubator bisnis. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan pendampingan berkelanjutan, sekaligus membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan mengembangkan usahanya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update