Notification

×

Iklan

BNPB Catat Karhutla di Tiga Provinsi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:27 WIB Last Updated 2026-10-03T12:27:00Z

BNPB mencatat karhutla seluas 37,5 hektare di Bangka Tengah

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di tiga daerah berbeda. 

Kebakaran tersebut masing-masing berlangsung di Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah dengan total luas area terdampak diperkirakan mencapai 37,5 hektare.

Data BNPB yang diperbarui hingga Sabtu (3/10/2026) pukul 07.00 WIB mencatat lokasi karhutla berada di Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bantaeng, serta Kabupaten Purbalingga.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan kebakaran di Bangka Tengah terjadi di Desa Padang Baru, Kecamatan Pangkalan Baru, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 15.39 WIB.

Menurut Berton, laporan mengenai kebakaran pertama kali diterima oleh Komandan Regu 2 setelah warga melaporkan munculnya api di sekitar kawasan Perbakin.

BPBD Kabupaten Bangka Tengah kemudian mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC), satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter, serta sejumlah perlengkapan pemadaman. Upaya tersebut dilakukan bersama personel pemadam kebakaran, Samapta Polres Bangka Tengah, relawan BPBD, dan warga.

Kondisi angin yang cukup kencang sempat menjadi kendala dalam proses pemadaman. Namun, api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 17.35 WIB. Area yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare.

Berdasarkan laporan lanjutan pada Jumat (2/10) pukul 17.50 WIB, TRC BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan kobaran api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan.

Karhutla lainnya terjadi di Kelurahan Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Kamis (1/10) sekitar pukul 21.30 WITA. Kebakaran diperkirakan meluas hingga 25 hektare. Sampai saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Berton mengatakan, hingga Jumat (2/10/2026) pukul 04.00 WITA, masih ditemukan beberapa titik api di lokasi. TRC BPBD Kabupaten Bantaeng bersama pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa dan kecamatan, serta warga terus melakukan pemantauan dan upaya pemadaman.

BPBD Kabupaten Bantaeng juga telah melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memperkuat penanganan kebakaran.

Sementara itu, kebakaran lahan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dilaporkan terjadi pada Jumat (2/10/2026) pukul 10.20 WIB. Api pertama kali muncul di lahan tebu yang berada di belakang rumah warga Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, kemudian merambat ke area di sekitarnya.

Petugas Pusdalops BPBD Purbalingga yang berada tidak jauh dari lokasi langsung menyampaikan laporan kepada BPBD dan Pos Pemadam Kebakaran setempat. Kebakaran tersebut diduga dipengaruhi kondisi cuaca panas serta banyaknya daun kering.

Sekitar 2,5 hektare lahan tebu dilaporkan terbakar. Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat kemudian melakukan pemadaman.

Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 12.30 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa maupun dampak langsung terhadap warga akibat kejadian tersebut.

Menyikapi sejumlah kejadian karhutla tersebut, BNPB kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan metode pembakaran ketika membuka lahan. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api.

BNPB turut meminta pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat kewaspadaan pada awal Oktober. Masa peralihan musim atau pancaroba dapat memunculkan perubahan cuaca secara cepat, termasuk hujan deras dan angin kencang yang terjadi dalam waktu singkat.

Selain ancaman kebakaran, masyarakat juga diminta mengantisipasi potensi bencana akibat hujan deras. BNPB mengingatkan warga untuk membersihkan got, selokan, serta talang air agar aliran tidak tersumbat.

Pohon dengan dahan yang sudah tua atau terlalu rimbun di sekitar permukiman juga disarankan untuk dipangkas guna mengurangi risiko tumbang ketika diterpa angin kencang. Masyarakat diimbau rutin mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.

Dalam perkembangan lainnya, BNPB melaporkan kejadian banjir di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Jumat (2/10/2026). Banjir melanda Desa Hilimbowo, Kecamatan O’o’u, serta Desa Ndraso Maniamolo, Kecamatan Maniamolo.

Curah hujan dengan intensitas tinggi disebut menjadi faktor pemicu banjir. Sebanyak 75 kepala keluarga terdampak. Data sementara mencatat sekitar 60 rumah mengalami kerusakan, ditambah satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa.

Kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. BPBD Nias Selatan bersama pemerintah desa, kecamatan, serta organisasi perangkat daerah terkait telah melakukan koordinasi dan kaji cepat di lapangan.

Penanganan berikutnya mencakup pembersihan material lumpur serta upaya normalisasi sungai dan tembok penahan untuk mengurangi dampak lanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update