Notification

×

Iklan

Gugurnya 3 Prajurit Indonesia di Lebanon, Pemulangan Segera Dilaksanakan

Jumat, 03 April 2026 | 23:16 WIB Last Updated 2026-04-03T16:16:00Z

Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga prajurit TNI 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat serangan di Lebanon pada 29–30 Maret 2026.

Pemerintah terus berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan proses pemulangan jenazah berjalan cepat, aman, dan tertib. Diperkirakan, pemulangan ketiga pahlawan bangsa ini akan terlaksana pada pekan pertama April 2026.

Proses repatriasi di kawasan konflik memiliki tantangan yang signifikan. Normalnya, perjalanan dari Beirut menuju Jakarta membutuhkan waktu sekitar 17 jam. 

Namun, kondisi keamanan yang memanas akibat meningkatnya serangan Israel di selatan Lebanon membuat pergerakan menjadi terbatas dan penuh risiko keselamatan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan komitmen untuk menjamin proses pemulangan berlangsung sebaik mungkin. Dalam pernyataan resmi Kemlu, Jumat (3/4/2026), disebutkan:

"Pemulangan jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur sekaligus bukti tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan. Doa dan dukungan seluruh rakyat Indonesia menjadi penguat dalam mengiringi kepulangan para pahlawan bangsa."

Upacara pelepasan dan penghormatan terakhir untuk Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon telah digelar di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon, Kamis (2/4/2026). Acara ini dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL sebagai penghormatan atas pengabdian mereka dalam misi perdamaian dunia.

Pengorbanan ketiganya mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian global, sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. 

Banjir ucapan duka cita dan solidaritas internasional menunjukkan pengakuan dunia atas dedikasi mereka sekaligus mengangkat nama Indonesia di kancah global.

Pemerintah Indonesia Kecam Serangan dan Tuntut Penyelidikan

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras atas gugurnya tiga personel tersebut. Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, menyatakan duka dan kemarahan ini dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Selasa (31/3/2026) waktu setempat.

"Kami tidak dapat menerima terbunuhnya penjaga perdamaian Indonesia. Ini merupakan kehilangan besar bagi bangsa kita dan juga bagi komunitas internasional," ujar Umar.

Indonesia menilai serangan tersebut bukan sekadar insiden, melainkan tindakan sengaja yang berupaya melemahkan mandat UNIFIL sesuai Resolusi DK PBB 1701 terkait gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. 

Berdasarkan itu, Indonesia menuntut penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan, serta meminta DK PBB memantau dan menindaklanjuti hasilnya.

Selain itu, Indonesia menegaskan bahwa meningkatnya ketegangan bermula dari serangan berulang militer Israel ke wilayah Lebanon. Karena itu, Indonesia mengecam aksi tersebut yang dianggap melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.

Umar menambahkan, Indonesia tetap menunjukkan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Lebanon:
"Serangan-serangan ini menimbulkan ancaman langsung bagi perdamaian dan keamanan internasional, dan kemungkinan termasuk kejahatan perang menurut hukum internasional."(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update