Agam, Rakyatterkini.com – DPRD menyoroti lambannya respons Pemkab Agam dalam menangani kebakaran di Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.
Anggota DPRD Agam, Albert, menyatakan kekecewaannya atas kejadian tersebut. “Kami menyesalkan peristiwa ini karena memperlihatkan lemahnya pengawasan pimpinan serta kelalaian Kasat Pol PP Damkar,” ujarnya kepada Infosumbar, Jumat (3/4/2026).
Kronologi kejadian bermula ketika masyarakat melaporkan kebakaran ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Agam, namun armada damkar baru tiba satu jam kemudian. Tidak kunjung datangnya bantuan memaksa warga menghubungi Albert, yang kemudian menindaklanjuti dengan mengontak petugas damkar untuk menuju lokasi.
“Armada ternyata terhenti di Siguhung karena kehabisan bahan bakar, dengan alasan BBM sedang langka. Ini jelas tidak masuk akal,” tambah Albert.
Albert menilai peristiwa ini memalukan. Ketika keselamatan warga terancam, Pemkab Agam justru tidak hadir dengan alasan yang tidak logis. “Ini bukti lemahnya pengawasan bupati dan kelalaian kepala dinas,” tegasnya.
Politisi tersebut mendesak Pemkab Agam melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelayanan publik. Menurutnya, Dinas Pemadam Kebakaran adalah OPD prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Albert menjelaskan, ia sempat mencoba menghubungi Bupati Agam, namun baru mendapat respon pukul 21.00 WIB. Ia juga mengontak Sekda Agam yang awalnya tidak aktif, baru kemudian membalas dan menyampaikan rencana untuk menengok korban.
Ia menekankan pentingnya peningkatan peralatan, perlengkapan, dan pelatihan personel damkar. Penambahan armada juga diperlukan mengingat wilayah Agam yang luas. “Kejadian ini harus menjadi alarm bagi Pemkab Agam agar tidak terulang,” ujarnya.
Kebakaran berhasil dipadamkan warga secara manual setelah dua jam. Damkar Agam baru tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB.
Akibat kebakaran, satu rumah hangus terbakar, satu mobil dan satu sepeda motor ikut rusak. Seorang warga lanjut usia berusia 68 tahun mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Lubuk Basung.
Hingga saat ini, Pemkab Agam belum memberikan keterangan resmi. Upaya menghubungi Kasat Pol PP Damkar Agam, Fauzi, maupun Sekda Mhd Lutfi belum membuahkan respons.(da*)


