Notification

×

Iklan

Wabup Ahmad Fadly Pimpin Rakor Percepatan Penurunan Stunting Tanah Datar

Jumat, 06 Maret 2026 | 15:45 WIB Last Updated 2026-03-06T08:45:00Z

Wabup Ahmad Fadly Buka Rakor di Tanah Datar 

Tanah Datar, Rakyatterkini.com – Penanggulangan stunting di Kabupaten Tanah Datar menjadi prioritas serius karena berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia jangka panjang. 

Stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga menurunkan kemampuan kognitif, sehingga penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) Kabupaten Tanah Datar, pada Rapat Koordinasi TP3S di Aula Bappedalitbang Pagaruyung, Kamis (5/3/2026).

Rakor ini dihadiri Wakil Ketua TP3S sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, staf ahli PKK Ny. Nanda Ahmad Fadly, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, Kepala Bappeda Litbang Adriayanti Rustam, serta sejumlah kepala OPD terkait.

Wabup Ahmad Fadly menyampaikan, hasil penimbangan menunjukkan adanya peningkatan prevalensi stunting di Tanah Datar. “Berdasarkan SSGI, angka prevalensi stunting di Kabupaten Tanah Datar meningkat dari 18,5 persen pada 2024 menjadi 26,9 persen pada 2025. Kenaikan ini menjadi tantangan besar bagi kita semua untuk menurunkannya kembali,” ujarnya.

Menurut Wabup, kenaikan angka stunting ini menjadi peringatan keras untuk meninjau kembali strategi dan langkah-langkah penanganan. “Stunting bukan hanya soal angka, tetapi juga berkaitan dengan masa depan generasi Tanah Datar. Penanganannya harus serius dan terencana,” tegasnya.

Ahmad Fadly menekankan, meski berbagai upaya telah dilakukan, yang dibutuhkan saat ini adalah aksi nyata di lapangan. “Saya meminta seluruh Camat memaparkan program yang sudah dan akan dilakukan terkait P3S, termasuk strategi yang akan diterapkan ke depan,” tambahnya.

Wabup juga mengajak seluruh jajaran TP3S, mulai dari tingkat jorong, nagari, kecamatan hingga kabupaten, untuk memperkuat koordinasi dan bergerak cepat. 

“Monitoring, evaluasi, dan audit kasus stunting harus rutin dilakukan, sekaligus melibatkan masyarakat melalui sosialisasi dinas terkait. Dengan demikian, penurunan stunting menjadi gerakan bersama,” pungkasnya.

Senada, Wakil Ketua TP3S sekaligus Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan keterlibatan lintas sektor dan OPD terkait. “Pendekatan komprehensif harus diterapkan agar target penurunan stunting dapat tercapai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ny. Lise menekankan pentingnya analisis data prevalensi stunting dari SSGI untuk memastikan kebijakan berbasis bukti. 

Ia juga berharap inovasi penanganan stunting yang telah dibuat tidak hanya menjadi simbol atau slogan tahunan, melainkan dijalankan secara berkelanjutan di seluruh nagari di Kabupaten Tanah Datar.(Farid)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update