![]() |
| Rbuan warga Israel, Sabtu (28/3) malam, turun ke jalan di beberapa kota, termasuk Tel Aviv, untuk menentang perang melawan Iran. |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Ribuan warga Israel pada Sabtu malam (28/3/2026) turun ke jalan di berbagai kota, termasuk Tel Aviv, untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap konflik militer dengan Iran.
Polisi setempat berupaya membubarkan aksi tersebut dengan alasan tidak memiliki izin resmi, sehingga terjadi bentrokan. Puluhan peserta aksi ditangkap dalam insiden ini.
Aksi protes dengan tuntutan serupa sudah berlangsung beberapa pekan terakhir setiap Sabtu. Pada awalnya, hanya puluhan orang yang hadir, tetapi jumlah peserta terus meningkat.
Demonstrasi ini juga melibatkan sejumlah mantan anggota parlemen dan organisasi sayap kiri, seperti Standing Together, Peace Now, dan Women Wage Peace.
Di Tel Aviv, aparat keamanan membubarkan peserta protes dengan cara mendorong mereka hingga terjatuh, bahkan ada yang dicekik. Suasana serupa juga terlihat di Haifa, di mana polisi menahan lima orang karena mencoba memblokir jalan.
Menurut peraturan keamanan masa perang, pertemuan lebih dari 50 orang dilarang di Israel akibat ancaman dari serangan Iran dan kelompok Hizbullah Lebanon.
Secara keseluruhan, polisi menangkap 13 orang di Tel Aviv dan sejumlah lainnya di kota-kota lain.
Meski begitu, dukungan publik terhadap perang tetap tinggi. Survei yang dirilis Institut Demokrasi Israel pada Jumat (27/3/2026) menunjukkan, 78 persen warga Yahudi Israel mendukung konflik militer ini, sementara hanya 19 persen dari kalangan minoritas Arab-Israel yang sependapat.
Namun, jumlah warga yang menentang perang meningkat, dari 4 persen di awal Maret menjadi 11,5 persen pada akhir bulan.(da*)


