Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan memastikan ketersediaan ikan air tawar tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala dinas setempat, Rosva Deswira, menyampaikan bahwa pasokan ikan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan warga Agam, tetapi juga didistribusikan ke sejumlah wilayah di luar daerah.
Ia menjelaskan, Agam dikenal sebagai salah satu sentra produksi ikan air tawar dengan hasil panen mencapai sekitar 80 hingga 100 ton setiap hari. Produksi tersebut berasal dari keramba jaring apung yang berada di Danau Maninjau serta kolam air deras yang tersebar di sepanjang aliran sungai.
Dari total 23.314 petak keramba jaring apung dan 500 unit kolam air deras, sekitar 70 persen di antaranya masih aktif beroperasi hingga saat ini.
Adapun jenis ikan yang paling banyak dibudidayakan adalah nila dan ikan mas. Hasil produksi ini dipasarkan ke berbagai daerah di Sumatera Barat, bahkan menjangkau provinsi lain seperti Riau, Sumatera Utara, dan Jambi.
Untuk harga jual, ikan air tawar di pasaran saat ini berada di kisaran Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram.
Sementara itu, untuk hasil tangkapan ikan laut masih bergantung pada kondisi cuaca dan musim. Meski demikian, capaian produksi perikanan daerah setiap tahun tetap sesuai target. Pada tahun sebelumnya, target produksi sebesar 8.130 ton berhasil direalisasikan.(da*)


