Padang Pariaman, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar evaluasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2025 sekaligus memperkuat persiapan menghadapi penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki kinerja sekaligus menumbuhkan budaya inovasi di seluruh perangkat daerah. Pada kesempatan yang sama, seluruh perangkat daerah menandatangani komitmen bersama untuk mendorong pengembangan inovasi.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menekankan pentingnya evaluasi IID sebagai alat untuk meninjau capaian yang telah diraih sekaligus mengidentifikasi area yang perlu diperkuat.
“Evaluasi Indeks Inovasi Daerah bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai langkah konstruktif guna meningkatkan kualitas inovasi dan memperjelas arah kebijakan ke depan,” ujar John Kenedy Azis.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Padang Pariaman menghadapi penilaian IGA 2026. Menurut Bupati, IGA bukan sekadar ajang kompetisi antar daerah, melainkan tolok ukur sejauh mana budaya inovasi benar-benar tumbuh dalam tata kelola pemerintahan.
“Penghargaan ini menjadi barometer inovasi dalam tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, kita harus terus menghadirkan terobosan dan solusi kreatif untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat,” ucapnya.
Bupati juga memaparkan perjalanan Kabupaten Padang Pariaman dalam IGA sejak 2018. Pada tahun tersebut, daerah ini berhasil meraih peringkat kedua nasional dengan 75 inovasi yang diajukan. Namun, pascapandemi, peringkat menurun hingga posisi ke-188 pada 2021.
Berbekal komitmen dan kerja sama seluruh perangkat daerah, Padang Pariaman berhasil kembali ke jajaran 10 besar nasional pada 2022 dan 2023. Pada 2024, daerah ini mencatat prestasi tertinggi dengan meraih peringkat keenam nasional melalui 303 inovasi dan skor 85,73. Sementara pada 2025, IID tercatat 82,48 dengan 277 inovasi, sedikit menurun, namun menjadi momentum pembenahan.
“Kita menargetkan pada 2026 Kabupaten Padang Pariaman bisa meraih peringkat tiga nasional,” kata Bupati.
Selain itu, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada Balitbang Provinsi Sumatera Barat atas dukungannya berupa penyerahan alat pembuatan briket dari tongkol jagung. Menurut Bupati, bantuan ini mendorong kreativitas sekaligus pemanfaatan potensi lokal.
“Tongkol jagung yang sebelumnya dianggap limbah kini dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Inilah inti dari inovasi: mengubah tantangan menjadi peluang dan potensi menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus mendorong lahirnya inovasi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan daya saing daerah.
Bupati mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk bekerja dengan semangat, integritas, serta terus meningkatkan kolaborasi dan kreativitas, meskipun di tengah efisiensi anggaran.
“Dengan kolaborasi, komitmen, dan kreativitas bersama, saya yakin Padang Pariaman mampu meningkatkan kualitas inovasinya dan kembali meraih prestasi yang membanggakan,” tutupnya.(suger)


