Notification

×

Iklan

Iran Serang 10 Kapal Tanker di Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 06:16 WIB Last Updated 2026-03-04T23:16:00Z

Setidaknya 10 kapal tanker minyak, termasuk milik Amerika Serikat, terkena tembakan rudal Iran

Jakarta, Rakyatterkini.com– Sedikitnya 10 kapal tanker minyak dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, terkena serangan rudal saat melintasi Selat Hormuz, menurut pernyataan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Wakil Komandan Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, menyatakan kapal-kapal tersebut telah diperingatkan sebelumnya untuk tidak melintas, namun peringatan itu diabaikan.

"Mengingat peringatan berulang dari Angkatan Laut IRGC bahwa Selat Hormuz tidak aman, lebih dari 10 kapal tanker yang mengabaikan peringatan tersebut terkena serangan rudal dan terbakar," ujar Akbarzadeh, dikutip kantor berita Fars, Rabu (4/3/2026).

Ia menegaskan Iran serius menutup Selat Hormuz, sehingga tidak ada kapal yang diperkenankan melintas.

Semua aktivitas kapal, baik minyak, perdagangan, maupun perikanan, menjadi tidak memungkinkan. Saat ini, menurut Akbarzadeh, Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Laut IRGC.

Sebelumnya, penasihat IRGC Ibrahim Jabari memperingatkan Iran akan menarget kapal apa pun yang melintasi Selat Hormuz. 

"Amerika Serikat sangat bergantung pada minyak. Sampaikan kepada mereka bahwa kami menutup Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan kapal melewati jalur ini," katanya. Ia juga memprediksi penutupan jalur strategis ini bisa mendorong harga minyak naik hingga 200 dolar per barel, yang berpotensi menimbulkan tekanan pada ekonomi AS.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Pantai utara selat berada di wilayah Iran, sementara pantai selatan dikuasai Uni Emirat Arab dan Oman. Jalur ini menjadi krusial untuk transportasi minyak dan gas alam cair (LNG).

Al Jazeera melaporkan, mengutip sumber pelabuhan Irak, bahwa biaya pengiriman laut ke Irak meningkat 60 persen akibat naiknya tarif asuransi. Saat ini, tujuh kapal tanker minyak tertahan di perairan Irak menunggu dibukanya kembali Selat Hormuz.

Serangan terbaru ini mengikuti aksi IRGC pada 1 Maret 2026, ketika tiga kapal tanker milik AS dan Inggris dihantam rudal di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Sehari kemudian, satu kapal tanker AS menjadi target dua drone Iran di jalur yang sama.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update