Notification

×

Iklan

Beras Befood Nusantara Diekspor ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji 2026

Jumat, 06 Maret 2026 | 15:17 WIB Last Updated 2026-03-06T08:17:00Z

Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Arab Saudi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Indonesia melalui Perum Bulog resmi melepas ekspor beras merek Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya beras hasil produksi petani nasional dikonsumsi langsung di Tanah Suci.

Pelepasan ekspor tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat program swasembada pangan sekaligus memperluas pasar ekspor komoditas pertanian Indonesia. 

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, serta pejabat terkait lainnya.

“Hari Rabu, 4 Maret 2026, kami melepas ekspor beras Befood Nusantara untuk jamaah haji Indonesia,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, berdasarkan keputusan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), volume beras yang diekspor mencapai 2.280 ton. Jumlah ini disesuaikan dengan kebutuhan sekitar 215.000 jamaah haji dan petugas haji tahun 1447 Hijriah, sesuai permintaan Kementerian Agama RI.

Beras yang dikirim berasal dari gabah kering panen (GKP) yang baru dipanen, menunjukkan kesiapan produksi nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik sekaligus membuka peluang ekspor.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 31 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional sekitar 30 juta ton per tahun, sehingga memungkinkan ekspor terbatas. 

Kementerian Pertanian RI menambahkan bahwa luas panen padi nasional mencapai lebih dari 10 juta hektare dengan produktivitas rata-rata 5,2 ton GKP per hektare, didukung program modernisasi pertanian, bantuan benih unggul, dan pembangunan irigasi.

Selama ini, kebutuhan beras jamaah haji sebagian besar dipenuhi dari pengadaan lokal di Arab Saudi atau impor dari Thailand dan Vietnam. Dengan adanya ekspor langsung dari Indonesia, kualitas pangan bagi jamaah haji diharapkan lebih terjamin, sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani nasional.

Secara global, perdagangan beras mencapai lebih dari 55 juta ton per tahun menurut Food and Agriculture Organization (FAO). 

Negara-negara Asia Tenggara, seperti Thailand dan Vietnam, masih mendominasi pasar ekspor beras dunia. Kehadiran Indonesia di pasar ekspor, meski terbatas, menunjukkan potensi besar jika produksi nasional terus meningkat dan cadangan beras tetap terjaga.

Ekspor ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani dengan membuka pasar baru bagi hasil produksi mereka. Pemerintah melalui Bulog berkomitmen menjaga stabilitas harga gabah serta memastikan stok cadangan beras tetap aman.

Langkah ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan swasembada pangan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus berkontribusi di pasar pangan global.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update