Notification

×

Iklan

Yayasan Gempita dan Lapas Padang Buka Akses Pendidikan Bagi Warga Binaan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:14 WIB Last Updated 2026-02-07T01:14:00Z

Yayasan Pendidikan Gempita dan Lapas Kelas II A Padang Wujudkan Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana

Padang, Rakyatterkini.com – Yayasan Pendidikan Gempita Sumatera Barat menjalin kerja sama dengan Lapas Kelas II A Padang untuk membuka akses pendidikan bagi warga binaan.

Kesepakatan ini merupakan bagian dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk menyediakan pendidikan kesetaraan bagi narapidana. 

Penandatanganan kerja sama dilakukan pada Jumat, 6 Februari 2026, di Aula Lapas Kelas II A Padang.

Program yang disepakati mencakup pendidikan kesetaraan mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA bagi seluruh warga binaan. Kepala Lapas Kelas II A Padang, Junaidi Rison, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. 

Ia berharap program pendidikan kesetaraan bisa menjadi sarana pembinaan yang bermanfaat dan membantu warga binaan menyiapkan bekal untuk masa depan setelah selesai menjalani masa pidana.

“Program ini diharapkan memberi nilai tambah bagi warga binaan melalui pendidikan, sehingga mereka memiliki bekal yang memadai untuk kehidupan di masyarakat nanti,” ujar Junaidi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Gempita Sumatera Barat, Nurkhalis, menegaskan bahwa program ini terbuka untuk semua warga binaan tanpa batasan usia, selama ada kemauan untuk belajar.

“Yang terpenting adalah niat untuk belajar dan memperbaiki masa depan. Pendidikan ini kami sediakan untuk siapa saja yang bersedia ikut,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, Junaidi dan jajaran pejabat Lapas Kelas II A Padang bersama Nurkhalis secara resmi menyepakati komitmen bersama untuk meningkatkan akses pendidikan bagi warga binaan. 

Nurkhalis menambahkan, program ini bertujuan agar warga binaan memiliki harapan baru saat kembali ke masyarakat, dengan bekal ijazah resmi yang diakui Kementerian Pendidikan dan keterampilan tambahan yang diperoleh selama pembelajaran.

“Dengan modal pendidikan dan keterampilan, kami berharap warga binaan dapat mandiri dan lebih siap menghadapi kehidupan di luar lapas,” ujarnya.

Selain pendidikan formal, Yayasan Gempita juga membuka kesempatan bagi warga binaan yang berminat untuk mengikuti pendampingan di bidang pertanian dan peternakan. Nurkhalis, yang juga menjabat sebagai Koordinator Gerakan Pemuda Tani Indonesia Wilayah Sumatera Barat di bawah Kementerian Pertanian, menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan program ini ke depannya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update