Jakarta, Rakyatterkini.com – Industri manufaktur kembali menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada triwulan IV 2025, sektor ini mencatat kontribusi tertinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sekaligus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa industri pengolahan menyumbang 19,20 persen terhadap PDB pada periode tersebut, menempati posisi teratas dibandingkan sektor usaha lainnya.
Secara tahunan, sektor manufaktur tumbuh 5,40 persen (year on year/yoy), meningkat dari 4,43 persen pada tahun sebelumnya. Angka ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
“Pertumbuhan industri pengolahan didorong oleh permintaan yang meningkat, baik dari pasar domestik maupun internasional,” jelas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2).
Kinerja positif sektor manufaktur terutama didukung oleh subsektor makanan dan minuman, logam dasar, serta kimia, farmasi, dan obat tradisional. Kuatnya permintaan domestik yang berpadu dengan lonjakan permintaan ekspor membuat aktivitas produksi tetap tinggi.
Selain manufaktur, sektor perdagangan juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yakni 6,07 persen pada triwulan IV 2025 (yoy). Sektor ini memberikan kontribusi 13,24 persen terhadap PDB, menempati urutan kedua setelah industri manufaktur.
Secara keseluruhan, sepanjang 2025, hampir seluruh lapangan usaha mencatat pertumbuhan positif, kecuali sektor pertambangan. Lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan, yang secara umum tetap melanjutkan tren pertumbuhan positif.(da*)


