Padang, Rakyatterkini.com — Pelayanan jamaah haji sangat bergantung pada kesiapan dan kualitas petugas di lapangan. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya keikhlasan, disiplin, dan empati petugas saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Sumbar Tahun 1447 H/2026 M di Aula Asrama Haji Embarkasi Tabing, Padang, Kamis (5/2/2026).
Mahyeldi menegaskan, petugas haji adalah garda terdepan yang memastikan jamaah dapat menunaikan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi momen penting untuk membekali petugas tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara moral dan spiritual.
“Tugas ini adalah pengabdian sekaligus ibadah. Jamaah haji adalah tamu Allah yang harus dilayani dengan sepenuh hati. Jalankan amanah ini dengan ikhlas, disiplin, dan tanggung jawab penuh,” ujarnya.
Gubernur menambahkan, pelayanan haji tidak hanya meliputi urusan administrasi, tetapi juga pendampingan ibadah, kesehatan, keamanan, serta kenyamanan dan ketenangan batin jamaah. Petugas haji dituntut hadir secara utuh sebagai pelayan, pendamping, dan representasi pemerintah di mata masyarakat.
Mahyeldi juga menekankan, Sumatera Barat dikenal dengan tradisi keagamaan yang kuat dan jumlah jamaah haji yang cukup besar setiap tahunnya. Oleh sebab itu, seluruh peserta diklat diharapkan meningkatkan kapasitas, wawasan, dan keterampilan agar mampu memberikan pelayanan terbaik.
“Jaga niat sejak awal. Jangan jadikan tugas ini sekadar rutinitas atau untuk kepentingan pribadi. Amanah ini membawa nama baik daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Ekonomi Haji Kementerian Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, menegaskan bahwa menjadi petugas haji bukan kesempatan untuk menikmati ibadah tanpa tanggung jawab. Amanah ini menuntut kesiapan fisik, mental, dan komitmen penuh dalam melayani jamaah.
“Petugas haji bukan untuk bersantai. Standar pelayanan harus ditingkatkan, kedisiplinan diperkuat, agar petugas benar-benar hadir melayani jamaah di lapangan,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumbar, Rifki, menambahkan, Diklat PPIH tahun ini menerapkan pendekatan semi-militer dengan dukungan TNI. Metode ini bertujuan membentuk disiplin, kekompakan, serta kesiapan fisik dan mental para petugas.
Sebanyak 74 peserta mengikuti diklat, terdiri dari Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah Kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), Pembimbing Ibadah KBIHU, dan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK). Kegiatan dibuka dengan penyematan tanda peserta, dilanjutkan dengan pembekalan materi dan pelatihan lapangan.(da*)


