Jakarta, Rakyatterkini.com – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berhasil merampungkan restorasi pesawat angkut militer CN235-100M yang sebelumnya tidak laik terbang. Pesawat bernomor ekor A-2305 ini kini siap memperkuat armada Skadron Udara 27 TNI Angkatan Udara (TNI AU) di wilayah Papua.
Marsekal Muda TNI Suryanto, Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI AU, menekankan pentingnya pemulihan pesawat tersebut mengingat keterbatasan armada angkut di wilayah timur Indonesia.
“Kami bersyukur restorasi CN235-100M A-2305 telah rampung dan kini siap mendukung kesiapan operasional TNI AU,” ujar Suryanto dalam keterangan persnya di Bandung, Jawa Barat, Minggu.
Ia menambahkan, keberadaan pesawat ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat pertahanan di Papua, mengingat jumlah alutsista Skadron Udara 27 masih terbatas.
“Dengan selesainya restorasi, pesawat ini diharapkan segera memperkuat jajaran grup angkut, terutama dalam mendukung operasi dan latihan di wilayah Papua,” kata Suryanto.
Restorasi ini juga menjadi langkah strategis untuk efisiensi pertahanan. Selain diaktifkan kembali, pesawat menjalani mid-life upgrade, termasuk pembaruan kokpit dari sistem analog menjadi digital modern.
Dena Hendriana, Direktur Produksi PTDI, menjelaskan peningkatan mencakup pemasangan Flight Management System (FMS) terbaru untuk meningkatkan keselamatan dan kesadaran situasional pilot.
“PTDI tidak hanya mengembalikan pesawat yang sebelumnya tidak operasional, tetapi juga meningkatkan keandalan dan kompatibilitas sistem sesuai kebutuhan operasi TNI AU saat ini,” jelas Dena.
Proses restorasi melibatkan pekerjaan kompleks, mulai dari perpanjangan usia struktur pesawat, pembaruan sistem avionik, hingga rewiring, sebagian besar dikerjakan oleh tenaga muda PTDI.
Pesawat angkut taktis ini telah mendapatkan Authority Flight Acceptance dari Indonesia Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada 6 Januari 2026, sebelum diserahterimakan secara resmi di Hanggar Aircraft Services PTDI, Bandung, Jumat (9/1).
Selain misi militer, pesawat dengan interior baru ini juga siap mendukung operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di wilayah dengan medan sulit.(da*)


