Notification

×

Iklan

Prabowo Tekankan Kemandirian Energi Nasional

Selasa, 13 Januari 2026 | 02:33 WIB Last Updated 2026-01-12T19:33:00Z

Presiden Prabowo Subianto

Jakarta, Rakyatterkini.com – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kemandirian bangsa, khususnya di sektor energi, agar Indonesia tidak terus bergantung pada negara lain. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Prabowo menegaskan, bangsa Indonesia harus percaya diri dan bangga terhadap kemampuan serta prestasi sendiri. Menurutnya, rasa rendah diri hanya akan menghambat kemampuan bangsa dalam bersaing di kancah internasional.

“Kita harus menjadi bangsa yang percaya diri dan bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh rendah diri atau merasa kalah dari bangsa lain,” ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan bahwa Indonesia harus tampil sebagai bangsa yang kuat dan mampu berdiri di atas kaki sendiri, sebagai landasan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

“Hari ini saya bangga melihat satu langkah penting di bidang energi kita menuju kemandirian. Ini merupakan wujud kemampuan kita untuk berdiri di atas kaki sendiri,” tambahnya.

Prabowo menegaskan penolakan terhadap ketergantungan energi dari luar negeri. Ia menilai, Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah dan karunia alam yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Kita tidak boleh bergantung pada energi dari luar negeri. Kita ingin merdeka dan kita mampu, karena kita dianugerahi semua potensi oleh Tuhan Yang Maha Esa,” kata Prabowo.

RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek terbesar milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan nilai investasi mencapai 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp123 triliun. Proyek ini dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Proyek ini bertujuan memodernisasi dan meningkatkan kapasitas kilang Pertamina Balikpapan sehingga menjadi kilang terbesar di Indonesia. Dengan pengembangan ini, kapasitas pengolahan minyak akan meningkat dari sekitar 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, setara dengan hampir seperempat kebutuhan BBM nasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update