Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Nagari Campago Barat, Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman, kembali mengajukan permohonan pembangunan Rajang Bukik Kuduang ke Dinas PUPR setempat. Pengajuan dokumen dilakukan pada Selasa, 13 Januari 2026, melalui pesan WhatsApp.
Rajang Bukik Kuduang sebelumnya runtuh akibat banjir pada November 2024, dan sejak itu hanya tersisa fondasinya di aliran sungai. Sekretaris Nagari Campago Barat, Femi Guspardi, menjelaskan bahwa jembatan gantung tersebut sangat penting bagi warga, terutama sebagai akses menuju pusat pemerintahan kecamatan.
Semenjak jembatan itu putus, masyarakat terpaksa mengambil jalur memutar melalui Jembatan Campago atau melewati jalan dari Bukik Kuduang menuju Kampung Pauh. Femi menambahkan, sejak dibangun, rajang tersebut tidak mendapat pemeliharaan yang memadai, sehingga kerusakannya berkepanjangan dan akhirnya roboh akibat banjir.
“Jika kita melihat lokasi saat ini, yang tersisa hanyalah fondasi yang menunjukkan bahwa jembatan pernah berdiri di sini,” ujarnya.
Pengajuan pembangunan rajang sebenarnya sudah dilakukan segera setelah runtuh, namun hingga kini belum terealisasi. Dengan diajukannya kembali pada 13 Januari 2026, warga berharap pembangunan Rajang Bukik Kuduang bisa segera terlaksana. Jembatan ini dianggap vital untuk meningkatkan mobilitas, kegiatan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Namun, pembangunan menggunakan dana nagari diperkirakan sulit dilakukan karena keterbatasan anggaran, selain itu status rajang masih tercatat sebagai aset milik Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.(da*)


