Jakarta, Rakyatterkini.com — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengumumkan hasil Tes Pembinaan Ideologi Pancasila (TIP) Tahun 2025 untuk tingkat provinsi secara nasional. Pengumuman disampaikan langsung oleh Kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembentukan dan Pembukaan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Yudian menekankan peran strategis pemerintah daerah, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, dalam menyukseskan pembinaan ideologi Pancasila. Peran ini meliputi proses pembentukan, seleksi, hingga pembinaan berkelanjutan, termasuk menjawab tantangan program ke depan.
“Berdasarkan hasil tes yang kami lakukan, Provinsi Sumatera Barat meraih nilai tertinggi di seluruh Indonesia untuk tahun 2025,” ujar Yudian.
Hasil penilaian menunjukkan Sumatera Barat menempati posisi pertama nasional dengan skor 80,41, diikuti oleh Jawa Timur (79,38), Bali (79,17), Kalimantan Utara (77,75), Sulawesi Barat (76,19), Kalimantan Timur (75,67), Lampung (73,18), Sulawesi Tengah (72,91), Riau (72,60), dan Sulawesi Selatan (71,96).
Atas pencapaian ini, Kepala BPIP memberikan apresiasi kepada kepala daerah dari sepuluh provinsi terbaik dan berharap nilai-nilai Pancasila semakin mengakar di masyarakat.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir dalam Rakornas, menyampaikan rasa syukur atas prestasi tersebut.
“Alhamdulillah, capaian ini patut kita syukuri bersama. Ini bukan kerja satu pihak, tetapi buah dari sinergi dan konsistensi seluruh unsur pemerintah daerah, Kesbangpol, serta dukungan masyarakat dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” ujar Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, nilai-nilai Pancasila sejatinya telah hidup dalam adat dan budaya masyarakat Minangkabau, yang berlandaskan prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. “Tugas kita adalah merawat, memperkuat, dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda. Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, Pancasila akan tetap menjadi pedoman dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tambahnya.
Mahyeldi berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan ideologi Pancasila secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat persatuan dan ketahanan sosial di tengah dinamika bangsa.
Rakornas dihadiri oleh para gubernur, bupati, wali kota, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dari seluruh Indonesia.(da*)


