Notification

×

Iklan

Padang Jadi Titik Awal Gerakan Satu Juta Pohon Sumbar

Kamis, 08 Januari 2026 | 17:15 WIB Last Updated 2026-01-08T10:15:00Z

Pertemuan Wali Kota Padang Fadly Amran dengan jajaran Komunitas Rumah Aktivis Sejahtera 

Padang, Rakyatterkini.com – Kota Padang menjadi titik awal peluncuran Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon di Sumatera Barat. Inisiatif ini digagas sebagai langkah antisipatif terhadap ancaman bencana ekologis dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang semakin mengkhawatirkan.

Gerakan ini diinisiasi oleh Komunitas Rumah Aktivis Sejahtera dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Kesepakatan kerja sama tercapai dalam pertemuan Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan pengurus komunitas di Kediaman Resmi Wali Kota, Rabu (7/1/2026).

Fadly menekankan bahwa masalah banjir di Padang bukan hanya akibat curah hujan tinggi, melainkan juga dipicu kerusakan lingkungan yang serius.

"Banjir saat ini tidak semata-mata karena hujan. Ada faktor kerusakan tanah, patahan, hingga fenomena likuifaksi. Penanaman pohon ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga lingkungan, bukan sekadar seremonial," ujarnya.

Mantan Wali Kota Padang Panjang itu menegaskan komitmen Pemko untuk mendukung gerakan agar berkelanjutan.

"Kami mendukung penuh. Kolaborasi dalam Program Satu Juta Pohon harus konsisten. Ini adalah investasi lingkungan bagi Padang dan daerah sekitarnya agar terhindar dari bencana di masa depan," tambahnya.

Ketua Komunitas Rumah Aktivis Sejahtera, Febri Yandi Putra, mengungkapkan strategi gerakan ini. Pada tahap peluncuran akhir Januari 2026, pihaknya menargetkan penanaman 2.000 pohon, dengan total target 10.000 pohon di seluruh Kota Padang.

Febri menjelaskan, pemilihan jenis tanaman dilakukan secara teknis. Tidak hanya pohon keras, gerakan ini juga menanam tanaman yang efektif untuk mitigasi longsor dan erosi tebing sungai, seperti rumput vetiver dan bambu. Selain itu, mereka juga menanam pohon buah, tanaman hutan, dan tanaman produktif.

Lokasi prioritas gerakan ini mencakup empat DAS kritis di Padang, yaitu DAS Batang Kuranji, DAS Air Dingin, DAS Batang Kandis, dan DAS Batu Busuk.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update