![]() |
| Kondisi Batang Kuranji pascabencana. |
Padang, Rakyatterkini.com – Sungai Batang Kuranji di Padang, Sumatera Barat, mengalami luapan yang menyebabkan banjir bandang pada November 2025 lalu.
Seorang warga, Asriluju, menceritakan bahwa 11 rumah di sekitar sungai hancur dan terbawa arus saat banjir terjadi. Ia menyambut baik langkah pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang kini mempercepat proses normalisasi sungai.
“Sebelas rumah hilang dibawa air. Penanganan seperti ini membuat saya senang. Ini jauh lebih baik,” ujarnya dalam wawancara, dikutip Kamis (8/1/2026).
Ia menambahkan, upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam antisipasi bencana, sehingga warga dapat kembali menikmati akses jalan dan lingkungan mereka seperti semula.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V Padang, Naryo Widodo, menjelaskan kondisi Sungai Batang Kuranji sudah mengancam jalan dan permukiman warga. Normalisasi dilakukan untuk mencegah terulangnya banjir serupa dengan mengarahkan aliran sungai ke tengah, sehingga sisi kiri sungai yang rawan dapat segera ditangani.
“Balai Sumatra V Padang membuka alur sungai dan mengarahkan alirannya ke tengah. Hal ini memungkinkan penanganan di sisi kiri sungai yang mengancam jalan masyarakat dapat dilakukan dengan efektif,” kata Naryo.
Sebanyak 11 unit ekskavator dari total 15 unit yang direncanakan telah diterjunkan ke lokasi. Khusus di Jalan Batu Busuk, yang sempat terputus akibat luapan, terdapat tujuh alat berat yang bekerja memperbaiki akses.
“Harapan kami, dengan penanganan dari Kementerian PU, risiko dampak banjir yang mengancam permukiman dan jalan masyarakat dapat diminimalkan,” tutup Naryo. (da*)


