Notification

×

Iklan

Kementerian PU Percepat Penanganan Banjir dan Longsor Sumut

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:15 WIB Last Updated 2026-01-08T11:15:00Z

Kementerian PU Percepat Penanganan Dampak Banjir di Sumatera Utara

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan dampak longsor dan banjir yang melanda 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Bencana tersebut menimbulkan 263 titik longsoran tebing, 19 titik jalan putus, 65 titik jalan amblas, 7 jembatan putus atau rusak, serta 28 lokasi genangan banjir yang membutuhkan penanganan.

Hingga 6 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, seluruh 263 titik longsoran tebing telah ditangani. Dari 19 titik jalan putus, 14 sudah dapat difungsikan kembali, sedangkan 65 titik jalan amblas dan 7 jembatan yang rusak telah diperbaiki. Seluruh genangan banjir di 28 lokasi juga telah surut.

Saat ini, masih ada satu segmen jalan yang terputus, yakni Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang, akibat longsoran di lima lokasi yang tanahnya belum stabil.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan dalam keterangan resmi pada Rabu (7/1/2026), “Kementerian PU bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas masyarakat segera pulih. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan stabilitas lereng.”

Untuk segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang, penanganan darurat belum memungkinkan. Namun, Kementerian PU telah merencanakan perbaikan permanen dengan pengalihan trase jalan. Sementara itu, akses Tarutung–Sibolga masih bisa dilalui melalui jalur Tarutung–Rampa–Poriaha, meski terbatas bagi kendaraan kecil.

Koridor Tarutung–Sipirok sepanjang 68 km telah kembali tersambung sepenuhnya, meskipun perbaikan jalan sementara (detour) masih dilakukan demi keselamatan pengguna. Koridor Batangtoru–Singkuang juga sudah bisa dilalui kendaraan ringan, namun masih membutuhkan penimbunan, perbaikan, dan pemadatan agregat karena cuaca hujan yang sering terjadi.

Di koridor Sibolga–Batangtoru, pemasangan jembatan bailey bentang 33 meter di Jembatan Aek Garoga 2 dan jembatan bailey 44 meter di Sungai Garoga 3 telah rampung dan fungsional. Saat ini, akses menuju Kota Sibolga dapat dilalui melalui beberapa jalur nasional dan provinsi, meski sebagian masih terbatas untuk kendaraan kecil.

Ruas terdampak paling parah berada di jalur Batas Kota Tarutung–Batas Kabupaten Tapanuli Tengah–Sibolga dengan 176 titik, serta ruas Tarutung–Sipirok dengan 55 titik. Dari 23 lokasi jalan putus, 17 sudah kembali difungsikan, sementara satu titik di Jembatan Aek Puli B tidak ditangani karena telah tersedia jembatan duplikasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update