Notification

×

Iklan

4.000 Relawan Dikerahkan untuk Bantu Korban Bencana di Sumatera

Kamis, 08 Januari 2026 | 21:34 WIB Last Updated 2026-01-08T14:34:06Z

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sekitar 4.000 relawan telah mendaftar untuk membantu layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatera, menurut data Health Emergency Operation Center (HEOC), kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Relawan-relawan ini dikoordinasikan melalui HEOC untuk memastikan penanganan kesehatan berjalan efektif dan merata di daerah terdampak.

“Jumlah yang sudah mendaftar sekitar 4.000. Selain itu, ada sekitar seribu relawan yang langsung berangkat tanpa mendaftar. Kami tidak melarang, tapi sebaiknya mereka melakukan pendaftaran agar koordinasi lebih tertata,” ujar Budi saat konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (7/1/2025).

Relawan berasal dari berbagai institusi, mulai dari Médecins Sans Frontières (MSF), rumah sakit, organisasi profesi, fakultas kedokteran, hingga Politeknik Kesehatan. Menurut Budi, partisipasi masyarakat sangat tinggi karena semangat sosial yang kuat.

“Sebagian besar relawan ini adalah masyarakat yang peduli. Kita merangkul semangat itu untuk memperkuat penanganan bencana,” tambahnya.

Melalui HEOC, Kementerian Kesehatan mengatur penempatan dan rotasi relawan agar layanan kesehatan tetap tersedia di lokasi yang membutuhkan. Selain memberikan layanan medis, relawan juga dituntut memiliki ketangguhan serta kemampuan komunikasi yang baik, guna mendukung pemulihan psikososial warga terdampak.

“Jika ada pasien yang perlu rujukan cepat, relawan bisa berkoordinasi dengan BNPB atau Basarnas untuk evakuasi, termasuk lewat helikopter. Ini bagian dari tugas mereka,” jelas Budi.

Setiap gelombang pengiriman tenaga kesehatan juga disertai 30–35 psikolog klinis untuk membantu pemulihan mental masyarakat terdampak bencana. “Tugas mereka termasuk mendengarkan, menghibur, dan membuat warga tersenyum. Tidak semua masalah itu fisik; banyak yang trauma karena kehilangan anggota keluarga,” ungkap Budi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan bahwa cepatnya kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan, dalam menurunkan personel dan peralatan menunjukkan kehadiran negara dalam penanganan bencana.

“Ini sejalan dengan arahan Presiden bahwa negara hadir. Kita ingin mempercepat seluruh upaya pemulihan di semua aspek agar masyarakat di tiga provinsi terdampak bisa pulih secepat mungkin,” kata Abdul. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update