![]() |
| Ilustrasi. |
RAKYATTERKINI.COM — Beban utang pinjaman online (pinjol) masyarakat Indonesia kembali mencetak rekor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total outstanding pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending per Oktober 2025 telah menembus Rp92,92 triliun, melesat jauh dibanding estimasi biaya pembangunan Tol Padang–Pekanbaru yang sebesar Rp78 triliun.
Lonjakan ini menunjukkan percepatan konsumsi pinjaman yang makin kencang menjelang akhir tahun. OJK mencatat nilai tersebut tumbuh 23,86 persen secara tahunan (year on year) dan meningkat 2,12 persen dibanding September 2025 yang berada di angka Rp90,99 triliun.
“Kami melihat industri pinjaman daring atau pindar masih tumbuh kuat. Outstanding pembiayaan Oktober 2025 mencapai Rp92,92 triliun,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) November 2025, Kamis (11/12/2025).
Di tengah pertumbuhan yang agresif, sektor pinjol tetap dibayang-bayangi potensi macetnya pembayaran. Meski begitu, indikator risiko mulai menunjukkan perbaikan.
OJK mencatat Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) atau kredit macet pinjol agregat berada di 2,76 persen pada Oktober 2025, turun dari 2,82 persen pada September 2025.
Penurunan ini menandakan adanya perbaikan kemampuan bayar sebagian debitur, meski angka tersebut masih menjadi perhatian regulator.
“TWP90 berada di posisi 2,76 persen,” kata Agusman, dikutip dari pemberitaan detikcom. (*)


