Notification

×

Iklan

Kodam XX/TIB Gerak Cepat Bangun Jembatan Strategis di Sumbar

Kamis, 11 Desember 2025 | 20:50 WIB Last Updated 2025-12-11T13:50:00Z

Salah jembatan yang rusak pascabencana di Sumatera Barat.

Solok, Rakyatterkini.com – Kerusakan parah pada sejumlah jembatan penghubung di Sumatera Barat pascabencana telah memutus akses vital bagi masyarakat. 

Kondisi ini menghambat mobilitas, distribusi logistik, serta kegiatan ekonomi di berbagai kecamatan dan nagari, sehingga percepatan pemulihan infrastruktur menjadi sangat mendesak.

Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ditunjuk sebagai Dansatgas Pembangunan Jembatan Bailey untuk mempercepat pemulihan akses transportasi di wilayah terdampak.

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) langsung menurunkan personel terbaik untuk membangun empat jembatan Bailey di titik strategis yang menjadi jalur utama masyarakat. Prioritas utama pembangunan ini adalah mengatasi kendala distribusi bantuan dan pemenuhan kebutuhan pokok akibat putusnya akses transportasi.

Hingga kini, progres pembangunan menunjukkan perkembangan positif di beberapa lokasi:

Jembatan Bawah Kubang, sepanjang 21 meter yang menghubungkan Nagari Salayo dan Nagari Koto Hilalang, Kabupaten Solok, telah mencapai 58 persen. Jembatan ini merupakan akses penting antarwilayah yang terdampak parah.

Jembatan Sikabau, sepanjang 18 meter di Kabupaten Pasaman Barat, telah rampung 63 persen. Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Sikabau dengan Ranah Koto Tinggi dan menjadi salah satu yang paling cepat dikerjakan karena urgensinya bagi masyarakat.

Jembatan Supayang, sepanjang 39 meter, yang menghubungkan Nagari Paninggahan dengan wilayah Kabupaten Solok, progresnya saat ini mencapai 25 persen.

Jembatan Padang Mantuang, sepanjang 36 meter yang menghubungkan Nagari Kuranji Hulu/Luhuang dengan jaringan jalan di Padang Pariaman, baru berada pada tahap awal pengerjaan sekitar 5 persen.

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, menegaskan bahwa seluruh pembangunan dilakukan secara terukur, terarah, dan dipercepat sesuai arahan Presiden melalui Kasad sebagai Dansatgas.

“Empat jembatan ini sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat. Kami bekerja maksimal agar dapat segera difungsikan kembali,” ujarnya.

Dengan percepatan pembangunan ini, diharapkan konektivitas di Sumatera Barat segera pulih, sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali normal. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update