Notification

×

Iklan

Pesawat Sipil Hampir Bertabrakan dengan Jet Militer AS

Selasa, 16 Desember 2025 | 02:33 WIB Last Updated 2025-12-15T19:33:00Z

Ilustrasi. 



Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebuah insiden nyaris tabrakan di udara dilaporkan terjadi antara pesawat komersial dan pesawat militer Amerika Serikat di wilayah udara dekat pesisir Venezuela. Informasi tersebut mencuat berdasarkan laporan media internasional yang mengacu pada rekaman komunikasi radio serta data pelacakan penerbangan.

Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya tensi hubungan antara Washington dan Caracas, seiring dengan penambahan kehadiran armada laut AS di kawasan Karibia.

Pesawat penumpang JetBlue dengan nomor penerbangan 1112 dilaporkan berpapasan jarak dekat dengan pesawat tanker pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara AS. Saat kejadian, pesawat JetBlue tengah melakukan perjalanan dari Curaçao menuju Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) di New York pada Jumat, 12 Desember 2025.

Sekitar 20 menit setelah mengudara, pesawat komersial tersebut secara tiba-tiba mengalami penurunan ketinggian saat masih dalam fase pendakian. Situasi itu memicu kekhawatiran di kokpit.

Pilot JetBlue dalam komunikasi radionya menyebut pesawat militer melintas tepat di jalur terbang mereka tanpa identifikasi yang memadai. Ia menyoroti tidak aktifnya transponder pada pesawat militer tersebut, yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

Pihak JetBlue membenarkan adanya kejadian tersebut. Juru bicara maskapai, Derek Dombrowski, menyatakan bahwa laporan resmi telah disampaikan kepada otoritas terkait. Ia menegaskan bahwa awak pesawat bertindak sesuai prosedur keselamatan yang berlaku dan segera melaporkan insiden itu kepada manajemen perusahaan.

Di sisi lain, Komando Selatan Amerika Serikat menyatakan telah mengetahui laporan mengenai aktivitas pesawat militernya di kawasan Karibia. Juru bicara komando tersebut, Kolonel Manny Ortiz, mengatakan pihaknya tengah melakukan penelaahan internal untuk memastikan kronologi kejadian. Menurutnya, aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama militer AS.

Insiden ini terjadi di tengah operasi keamanan AS yang semakin intensif di kawasan tersebut. Sejak September lalu, Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang dituding terkait jaringan kartel narkoba. Pemerintah AS menuding operasi tersebut berkaitan dengan dugaan upaya Venezuela menyelundupkan narkotika ke wilayah Amerika.

Namun, tuduhan itu dibantah keras oleh pemerintah Venezuela. Caracas menyatakan tidak terlibat dalam perdagangan narkoba dan menilai tindakan militer AS sebagai bagian dari agenda politik untuk melemahkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro serta menguasai sumber daya alam negara tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update