Notification

×

Iklan

Banjir Sumatra, Aceh Catat Kerusakan Terbesar

Selasa, 16 Desember 2025 | 03:13 WIB Last Updated 2025-12-15T20:13:00Z

Penampakan kayu gelondongan menimbun puluhan rumah di Desa Kapak, Kabupaten Bireun, Aceh usai banjir bandang. 


Jakarta, Rakyatterkini.com – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra pada penghujung November 2025 memberikan dampak paling besar di Provinsi Aceh. Daerah ini mencatat tingkat kerusakan hunian tertinggi dibandingkan dua provinsi lain yang turut terdampak.

Berdasarkan laporan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), total rumah warga di Aceh yang mengalami kerusakan berat hingga hilang terseret banjir mencapai 100.569 unit. Angka tersebut mencakup hampir 70 persen dari keseluruhan rumah rusak di tiga provinsi terdampak, yang jumlahnya mencapai 139.485 unit.

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan, dari total tersebut, sebanyak 38.553 rumah tercatat mengalami kerusakan ringan, 22.204 unit rusak sedang, 35.517 unit mengalami kerusakan berat, serta 4.295 rumah dinyatakan hanyut. “Dengan demikian, jumlah hunian terdampak di Aceh mencapai lebih dari seratus ribu unit,” ujarnya di Jakarta, Senin (15/12/2025).

Sementara itu, di Provinsi Sumatra Utara tercatat 29.766 rumah terdampak, yang terdiri atas 19.936 unit rusak ringan, 4.304 unit rusak sedang, 4.351 unit rusak berat, serta 1.135 rumah hilang terbawa arus.

Adapun di Sumatra Barat, jumlah rumah terdampak tercatat sebanyak 9.150 unit, dengan rincian 5.634 unit rusak ringan, 1.174 unit rusak sedang, 1.577 unit rusak berat, dan 765 rumah hanyut.

Maruarar menegaskan bahwa saat ini pemerintah masih berada pada fase penanganan darurat. Meski demikian, ia menyatakan langkah cepat tetap dilakukan sesuai arahan Presiden. “Tahapan ini belum masuk ke rehabilitasi dan rekonstruksi, tetapi kami diminta bergerak secepat mungkin dalam masa tanggap darurat,” jelasnya.

Ia juga memastikan seluruh rumah warga yang mengalami kerusakan akan dibangun kembali. Saat ini, tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, BNPB, serta pemerintah daerah tengah melakukan pendataan dan survei lapangan. “Hingga kini, sekitar 30 titik lokasi di Aceh telah kami tinjau dan siap untuk segera ditindaklanjuti,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update