Notification

×

Iklan

Padang Pariaman Catat Kerusakan Sawah Terluas di Sumbar

Rabu, 10 Desember 2025 | 17:44 WIB Last Updated 2025-12-10T10:44:00Z

Kendaraan sedang melewati Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan bahwa sekitar 1.341 hektare sawah milik warga mengalami puso atau gagal panen akibat bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu.

“Dari total 4.500 hektare sawah yang terdampak banjir dan longsor, sebanyak 1.341 hektare dipastikan puso,” ujar Koordinator Dampak Perubahan Iklim UPTD BPTPH Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Mufridawati, di Padang, Rabu.

Ia menyebutkan, dari 16 kabupaten/kota yang terdampak, Padang Pariaman menjadi wilayah dengan kerusakan paling luas, diikuti Agam, Pasaman Barat, Solok, Pesisir Selatan, dan Kota Padang.

Tidak hanya tanaman padi, komoditas lain seperti jagung, sayuran, dan buah-buahan juga turut rusak akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025 tersebut.

“Sejak 1 Desember 2025, tim kami sudah turun langsung untuk mendata lahan pertanian yang terdampak banjir bandang dan longsor,” katanya.

Pendataan ini, lanjutnya, bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus menjadi dasar pemberian kompensasi bagi para petani.

BPTPH mencatat luas lahan yang rusak untuk selanjutnya dilaporkan sebagai dasar penyaluran bantuan.

Namun hingga kini, pendataan di tiga wilayah masih terhambat karena akses jalan terputus, yakni Malalak di Kabupaten Agam, Tinggam di Pasaman Barat, dan Gunung Omeh di Limapuluh Kota.

Petugas diberikan waktu hingga pekan ketiga Desember untuk menuntaskan seluruh proses pendataan tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update