Pariaman, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, melaporkan penurunan drastis jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai objek wisata di daerah itu akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah sekitarnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menjelaskan bahwa sebelumnya kunjungan wisatawan bisa mencapai ribuan orang setiap akhir pekan, namun kini hanya tersisa puluhan orang.
“Dalam dua pekan terakhir, kami kembali memberlakukan pemungutan retribusi masuk objek wisata, tetapi jumlah pengunjung menurun jauh dibandingkan sebelum cuaca ekstrem melanda,” ujar Ferialdi, Kamis (26/12).
Sebelum bencana yang terjadi pada akhir November lalu, objek wisata di Pariaman rutin dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara setiap akhir pekan.
Namun, banjir dan putusnya akses jalan di sejumlah titik di Sumatera Barat akibat cuaca ekstrem berdampak besar pada sektor pariwisata, yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi Kota Tabuik.
Ferialdi menuturkan, pada kondisi normal, jumlah pengunjung Sabtu berkisar 800–1.000 orang dengan pendapatan retribusi sekitar Rp4–5 juta. Sementara pada Minggu, jumlah wisatawan bisa mencapai 1.400–2.000 orang dengan pendapatan Rp7–10 juta.
“Namun saat ini, penerimaan retribusi hanya sekitar Rp200–300 ribu setiap akhir pekan,” imbuhnya. Pada Minggu lalu, tercatat hanya 53 wisatawan yang berkunjung, sebagian besar menggunakan kereta api.
Selama masa tanggap darurat bencana, Pemkot Pariaman sempat meniadakan retribusi masuk objek wisata karena jumlah pengunjung yang rendah dan beberapa lokasi masih terdampak banjir. Kini, dengan kondisi cuaca mulai membaik, retribusi kembali diberlakukan, meski hujan masih sesekali turun.
Pemerintah kota berharap cuaca kembali normal dan akses jalan pulih sepenuhnya, mengingat penurunan wisatawan tidak hanya menekan pendapatan daerah, tetapi juga berdampak pada perekonomian warga yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata. (da*)


