Notification

×

Iklan

Zacky, Mahasiswa Berprestasi Unand Terima KIP-K

Kamis, 06 November 2025 | 10:44 WIB Last Updated 2025-11-06T04:41:10Z

Muhammad Zacky Rilsan bersama keluarga

Padang, Rakyatterkini.com – Semangat terpancar dari mata Muhammad Zacky Rilsan, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) angkatan 2025. Senyum tipisnya terlihat sedikit gugup, mungkin karena rumahnya akan dikunjungi tamu penting. 

Di balik sikapnya yang tenang, Zacky menyimpan kisah inspiratif perjuangan anak berprestasi yang kini mendapat dukungan melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Nama Zacky mencuat saat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Dikti) Kemendikbudristek, Prof. Dr. Khairul Munadi, melakukan kunjungan ke Unand pekan ini. Ia terpilih menjadi perwakilan penerima KIP-K dan secara simbolis menerima bantuan langsung dari Dirjen Dikti.

“Kami ingin memastikan penerima KIP-K tepat sasaran, sekaligus memantau perkembangan akademik dan mendengar pengalaman awal mahasiswa di bangku kuliah,” ujar Prof. Khairul saat berkunjung ke kediaman Zacky di Subarang Panggalangan, Batang Arau, Kota Padang.

Zacky, lulusan SMA Negeri 10 Padang, diterima di Fakultas Kedokteran Unand melalui jalur prestasi. Meski keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi ayahnya seorang tukang las dengan penghasilan tidak tetap semangat belajar Zacky tidak pernah surut. Ia dikenal tekun, rendah hati, dan kini berhasil meraih nilai tertinggi di angkatannya setelah dua blok perkuliahan.

“Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. KIP-K sangat membantu saya fokus belajar tanpa khawatir soal biaya,” ujarnya.

Bagi Zacky, KIP Kuliah lebih dari sekadar bantuan finansial; program ini menjadi “jembatan menuju masa depan”. Dukungan biaya pendidikan dan biaya hidup memungkinkan Zacky memusatkan energi pada studi tanpa terbebani kebutuhan sehari-hari.

Prof. Khairul menekankan bahwa KIP Kuliah adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki akses pendidikan tinggi yang setara. Program ini menyediakan dua komponen bantuan: biaya pendidikan yang langsung dibayarkan ke kampus, dan biaya hidup yang diterima mahasiswa setiap semester.

“Dengan skema ini, kebutuhan dasar mahasiswa sudah terjamin. Fokus belajar dan berprestasi menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Rektor Unand, Efa Yonnedi, menyatakan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap mahasiswa. Tahun 2025, Unand menerima 1.570 penerima KIP-K dan 20 mahasiswa afirmasi dari Papua. Lebih dari 25 persen mahasiswa Unand kini memperoleh bantuan pendidikan.

“Zacky menjadi simbol bahwa anak berprestasi dari keluarga sederhana berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Negara hadir untuk memastikan hal itu,” ujar Rektor.

Selain KIP-K, Unand menyediakan berbagai dukungan bagi mahasiswa berprestasi, mulai dari dana riset, insentif akademik, hingga beasiswa prestasi. Program ini diharapkan membangun ekosistem kampus yang inklusif dan mendorong kemajuan.

Prof. Khairul juga mengajak pemerintah daerah dan sektor swasta memperluas program beasiswa, termasuk melalui inisiatif KIP Kuliah Daerah, agar akses pendidikan tinggi semakin merata di seluruh Indonesia.

Kini, Zacky melangkah dengan keyakinan yang lebih kuat. Dukungan dari pemerintah dan kampus memberinya keberanian untuk bermimpi menjadi dokter yang bisa kembali mengabdi di kampung halamannya.

“Saya ingin membantu masyarakat di kampung, terutama dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi Zacky, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan dana, tetapi juga simbol kepercayaan negara pada potensi generasi muda. Kesempatan yang tepat membuat mimpi menjadi masa depan yang nyata, bukan sekadar angan-angan. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update