Notification

×

Iklan

Nagari Creative Hub Dorong UMKM Sumbar Go Digital

Kamis, 06 November 2025 | 16:18 WIB Last Updated 2025-11-06T09:18:00Z

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah foto bersama

Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya ketersediaan air bersih, energi, dan konektivitas sebagai fondasi untuk mewujudkan desa atau nagari yang mandiri dan berkualitas. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Data Indeks Desa Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2025 di Aula Kantor Gubernur, Rabu (5/11/2025).

Rapat yang mengangkat tema “Transformasi Indeks Desa: Menata Arah Pembangunan Nagari yang Terukur dan Berkeadilan” dihadiri oleh pimpinan OPD, Bappeda kabupaten/kota, perguruan tinggi, serta perwakilan Kementerian Desa.

Dalam arahannya, Mahyeldi menekankan bahwa pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan air bersih harus menjadi prioritas. Ia menyoroti pentingnya air bersih bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam mencegah stunting.

“Gizi boleh baik, tapi jika air yang diminum tidak bersih, risiko stunting tetap tinggi. Oleh karena itu, penyediaan air minum layak harus menjadi kewajiban,” tegasnya.

Mahyeldi menambahkan, Sumatera Barat memiliki potensi air melimpah berkat keberadaan Bukit Barisan. Dengan kerja sama lintas instansi, seperti Dinas PU, PSDA, dan Balai Sungai, sumber daya air ini dapat dimanfaatkan optimal untuk kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya aksesibilitas antarwilayah. Ia menegaskan tidak boleh ada desa yang terisolasi akibat kondisi jalan dan transportasi yang buruk.

Dalam konteks energi, Mahyeldi menyoroti kebutuhan energi terjangkau di daerah kepulauan, seperti Mentawai, yang masih bergantung pada BBM.

“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan ahli dari Jepang untuk mengembangkan energi murah dari panas air laut di Mentawai,” ungkapnya. Ia juga mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Andalas dan Politeknik Negeri Padang, untuk mengembangkan energi mikrohidro dan surya di wilayah terpencil.

Tak hanya fokus pada layanan dasar, Mahyeldi juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi lokal melalui program Nagari Creative Hub. Program ini membantu pelaku UMKM memasarkan produk unggulan nagari secara digital.

“Dengan Nagari Creative Hub, produk lokal bisa dikenal luas tanpa harus bergantung pada pasar kota,” jelasnya. Ia pun mendorong para wali nagari melibatkan masyarakat perantau dalam digitalisasi pemerintahan nagari.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Seluruh OPD diharapkan memperkuat sinergi dengan program pemerintah pusat dan memanfaatkan Geoportal Mandiri Sumbarnuntuk mendukung kebijakan satu peta.

Visi besar pembangunan Sumbar, menurut Mahyeldi, adalah mewujudkan Provinsi Madani yang Maju dan Berkeadilan, sekaligus menjadi pelopor Green Province di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, melaporkan hasil pengukuran Indeks Desa Tahun 2025. Jumlah desa mandiri meningkat signifikan menjadi 489 desa, naik dari 368 desa sebelumnya.

“Jumlah desa tertinggal memang sedikit bertambah dari 10 menjadi 12, namun tidak ada lagi desa yang sangat tertinggal. Ini capaian yang patut kita syukuri,” ujarnya.

Rapat yang berlangsung sehari ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, termasuk penguatan layanan dasar, peningkatan aksesibilitas, dan perbaikan tata kelola pemerintahan nagari. Acara ditutup dengan peluncuran E-book Indeks Desa Tahun 2025, sebagai inovasi Dinas PMD Sumbar dalam penyajian data desa secara digital.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update