Notification

×

Iklan

Kemnaker Perkuat Digitalisasi Layanan Publik dan Pelatihan Vokasi

Rabu, 29 Oktober 2025 | 21:12 WIB Last Updated 2025-10-29T15:02:24Z

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa kebijakan utama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada tahun 2026 akan difokuskan pada transformasi produktivitas nasional. 

Langkah ini akan diwujudkan melalui pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi tenaga kerja, serta penguatan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di seluruh Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi juga unggul dalam kualitas dan siap bersaing di era ekonomi baru,” ujar Yassierli di Jakarta, Rabu.

Selain peningkatan kualitas tenaga kerja, Kemnaker juga tengah mendorong digitalisasi pelayanan publik di bidang ketenagakerjaan. Hal ini mencakup optimalisasi Pusat Pasar Kerja, pengembangan sistem Layanan Satu Data Ketenagakerjaan, serta perluasan akses masyarakat terhadap pelatihan dan sertifikasi kerja.

Dalam rangka membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkeadilan dan berkelanjutan, kolaborasi tripartit antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja juga akan terus diperkuat. “Keberhasilan kebijakan ketenagakerjaan hanya dapat diwujudkan jika seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi dengan solid,” tambahnya.

Yassierli menekankan komitmen Kemnaker untuk menghadirkan transformasi ketenagakerjaan yang inklusif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan, setiap kebijakan yang dijalankan harus memberikan manfaat nyata bagi pencari kerja, pekerja, dan pelaku usaha, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sepanjang periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Kemnaker mencatat sejumlah capaian penting, seperti peningkatan mutu pelatihan vokasi, perluasan lapangan kerja, serta penguatan perlindungan bagi tenaga kerja, termasuk pekerja migran.

Salah satu program unggulan yang sedang berjalan adalah Magang Nasional Batch 2, yang menargetkan 80.000 peserta dan dilaksanakan mulai 24 November 2025 hingga 23 Mei 2026. Program ini dirancang untuk mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan industri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja muda.

“Program magang ini bukan sekadar penempatan sementara, melainkan jembatan antara kompetensi yang dimiliki peserta dan kebutuhan nyata dunia industri,” tutup Yassierli.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update