Notification

×

Iklan

Dari Rakor BUMDesma Sumbar 2025: Wujudkan Ekonomi Nagari yang Tangguh dan Berdaya Saing

Kamis, 23 Oktober 2025 | 07:29 WIB Last Updated 2025-10-23T00:29:40Z

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, pada rapat koordinasi BUMDesma.

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat koordinasi (Rakor) BUMDesma se-Sumatera Barat, Rabu (22/10/2025). 

Diikuti sekitar 120 peserta perwakilan BUMDesma dari seluruh kabupaten/kota ini menjadi wadah evaluasi dan penguatan peran BUMDesma sebagai motor penggerak ekonomi nagari.

Tema rakor “Evaluasi Kinerja, Strategi Pengembangan Usaha, dan Penguatan BUMDesma untuk Kesejahteraan Masyarakat”, dengan narasumber, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Kepala Dinas PMD Sumbar Yozarwardi Usama Putra, perwakilan Kejati Sumbar, serta sejumlah pejabat teknis terkait.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa pendirian BUMDesa dan BUMDesma bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal hingga ke tingkat nagari.

“Potensi ekonomi nagari di Sumbar sangat besar, namun belum tergarap optimal. Karena itu, BUMDesma harus diperkuat, baik dari sisi kelembagaan maupun profesionalitas tata kelolanya, agar dana pemberdayaan bisa dikelola lebih akuntabel,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi BUMDesma, seperti keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, kelembagaan, serta kemampuan memilih jenis usaha dan memasarkan produk.

Ia mendorong agar BUMDesma lebih aktif berkolaborasi, baik dengan sesama BUMDesma, pemerintah daerah, maupun lembaga perbankan seperti Bank Nagari, agar usaha yang dijalankan lebih kuat dan memiliki jangkauan pasar yang luas.

“BUMDesma harus bersinergi dengan petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal. Dengan begitu, keuntungan ekonomi akan kembali ke nagari dan memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang adil serta produktif,” tambahnya.

Gubernur juga berharap BUMDesma dapat berperan aktif dalam rantai pasok program MBG pemerintah pusat.

“Jika desa maju dan mandiri, maka daerah pun akan maju, dan pembangunan nasional akan tercapai dengan baik,” tegas Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, melaporkan adanya peningkatan signifikan jumlah dan kualitas BUMDes/BUMNag di Sumatera Barat.

Per September 2025, jumlah BUMDes/BUMNag mencapai 828 unit, naik dari 713 unit pada tahun 2024. Tak hanya bertambah secara kuantitas, kualitas BUMDesma juga menunjukkan kemajuan.

“Pada 2024, terdapat 120 BUMDes/BUMNag yang berstatus berkembang, dan kini meningkat menjadi 166. Sementara yang berstatus maju naik dari 53 menjadi 84,” ungkap Yozarwardi.

Menurutnya, kemajuan ini merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Dinas PMD bersama dinas-dinas terkait di kabupaten/kota.

“Kita terus dorong agar BUMDesma tidak hanya tumbuh, tapi juga naik kelas dan berdaya saing,” ujarnya menutup paparan.

Rakor ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan arah kebijakan pengembangan BUMDesma se-Sumatera Barat menuju nagari mandiri dan masyarakat sejahtera. (adpsb)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update