Notification

×

Iklan

Bupati Benni Paparkan Potensi Investasi dan Wisata Agam

Jumat, 24 Oktober 2025 | 06:33 WIB Last Updated 2025-10-23T23:33:00Z

Irman Gusman Kunjungi Agam

Lubuk Basung, Rakyatterkini.com— Irman Gusman, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Sumatera Barat, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Agam pada Kamis (24/10).

Kedatangan anggota DPD ini disambut langsung oleh Bupati Agam, H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, bersama jajaran Forkopimda dan para pejabat daerah di kediaman resmi Bupati di Padang Baru, Lubukbasung.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Benni memaparkan sejumlah program unggulan dan potensi investasi strategis yang tengah dikembangkan Pemkab Agam. Program prioritas yang disampaikan antara lain Sawah Pokok Murah, Bangkik dari Surau, Sholat Champion, serta Nagari Creative Hub berbasis masjid.

Bupati Benni menjelaskan, program-program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, adat, serta ekonomi kreatif masyarakat.

“Melalui program Nagari Creative Hub berbasis masjid, kami ingin menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat, tempat lahirnya ide dan inovasi dalam bidang keagamaan, sosial, budaya, maupun ekonomi,” ujar Bupati.

Selain penguatan sosial dan keagamaan, Pemkab Agam juga aktif mendorong pengembangan pariwisata dan investasi daerah. Bupati Benni menekankan pengembangan kawasan wisata Linggai di Danau Maninjau sebagai prioritas, bersamaan dengan Pantai Bandar Mutiara di Kecamatan Tanjung Mutiara yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.

Pemkab Agam juga menyiapkan iklim investasi yang kondusif dengan melengkapi dokumen pendukung seperti RTRW, studi kelayakan, dan master plan di sektor-sektor unggulan.

Menanggapi paparan tersebut, H. Irman Gusman memberikan apresiasi atas kemampuan Pemkab Agam memadukan pembangunan ekonomi, sosial, dan keagamaan dalam satu arah kebijakan. Ia menekankan pentingnya data sebagai aset utama dalam pembangunan daerah.

“Data adalah aset paling berharga saat ini. Contohnya, Tiongkok memulai kemajuannya dari diasporanya. Bak pepatah Minang, marantau bujang dahulu, di rumah baguno balun. Kita perlu memiliki data perantau agar ranah dan rantau bisa bersinergi,” jelas Irman.

Selain itu, mantan Ketua DPD RI ini menyoroti pentingnya menghidupkan kembali konsep brain gain, yakni mengidentifikasi tokoh perantau sukses—mulai dari ulama, akademisi, profesor, hingga pelaku ekonomi—untuk dikonsolidasikan dalam pembangunan daerah.

“Dengan teknologi saat ini, pendataan dan kolaborasi antara ranah dan rantau menjadi sangat memungkinkan. Ini adalah cara efektif untuk mempercepat pembangunan Kabupaten Agam,” tambahnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perantau, dan pemangku kepentingan nasional, demi mewujudkan pembangunan Agam yang berkelanjutan, religius, dan berdaya saing.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update